Jumat, 23 November 2012

Selamat Hari Guru yang ke-67 Tahun

Tanggal 25 November selalu diperingati sebagai hari PGRI. Hari yang sangat bersejarah bagi bangsa kita bangsa Indonesia. Yap.. hari minggu nanti, genap 67 tahun sudah organisasi yang menaungi guru-guru di Indonesia ini berdiri.

Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi sudah berdiri pada zaman Belanda di tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).

Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua.



Lalu timbullah berbagai oraganisasi guru baru, antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Sedangkan pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Pada tanggal 24-25 November 1945, digelarlah Kongres Guru Indonesia yang dalam kongres ini, terbentuklah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan tujuan dari PGRI itu sendiri adalah :
  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.

Lalu dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, ditetapkanlah hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.

Lalu bagaimana dengan nasib para guru di zaman sekarang ini? Alhamdulillah perjuangan para pendahulu guru-guru telah mendapatkan hasilnya kini. Guru PNS sering mendapatkan kenaikan gaji. Lalu ada sertifikasi guru yang ditujukan bagi semua guru baik guru PNS, guru honorer di sekolah negeri maupun di sekolah swasta. Kemudian ada tunjangan fungsional, uang kesehatan, dan lain sebagainya.
Namun sayangnya, dari berbagai layanan yang diberikan untuk guru tersebut, belum merata. Saya masih sering mendengar guru honorer yang hanya mendapatkan gaji Rp. 300.000 sebulan karena memang muridnya yang sedikit. Lalu tunjangan dan uang kesehatan juga belum diterima semua guru, hanya sekitar 40-60% dari jumlah guru yang ada di kecamatan setiap tahunnya.

Tapi apapun itu, semoga di hari guru ini, semangat untuk memajukan bangsa dengan pendidikan kembali disematkan kepada guru-guru se-Indonesia. Karena kalau bukan para guru, siapa lagi yang akan membuat bangsa kita menjadi bangsa yang terdepan?!
Selamat hari guru wahai para pahlawan tanpa tanda jasa. Semoga baktimu dapat menuntun Indonesia menjadi negara nomor 1 di dunia. Semoga!
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar