Sabtu, 01 Desember 2012

Berbagai Kurikulum di Indonesia dan Istilah yang Pernah Ada

Bulan Desember telah tiba, artinya Tahun Pelajaran telah mencapai 1 semester dan waktunya untuk belajar lebih keras menghadapi Ujian Akhir Semester. Ya, setelah kurang lebih 5 bulan siswa-siswa berjibaku dengan buku dan pelajaran yang di berikan oleh guru, saatnya membuktikan hasil dari semua itu.

Yap, dalam 1 Tahun Pelajaran memang ada 2 kali ujian di dalam kurikulum KTSP ini, tapi tahukan kalian kalau dulu pernah ada 3 kali ujian dalam 1 Tahun Ajaran??




Sebenarnya kurikulum pendidikan di Indonesia pernah menggunakan sistem caturwulan loh, mungkin bagi siswa-siswa saat ini tidak mengenal apa itu caturwulan. Pada periode 1994 sd. 2002, kurikulum yang dipakai adalah kurikulum Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) yang menggunakan sistem caturwulan. Jadi dalam setahun pelajaran dibagi menjadi 3 tahap. Waktu itu dalam setahun, ada 3 kali ujian. Dengan sistem catur wulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi)

Lalu apa saja sih kurikulum yang pernah ada di Indonesia??
Kurikulum 1947, Rentjana Pelajaran 1947
Kurikulum 1952, Rentjana Pelajaran Terurai 1952
Kurikulum 1964, Rentjana Pendidikan 1964 
Kurikulum1968,
Kurikulum 1975,
Kurikulum 1984,
Kurikulum 1994 dan Suplemen Kurikulum 1999,
Kurikulum 2004, Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum 2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Dan yang terakhir adalah Kurikulum 2013 yang sedang digodok dan akan berjalan di tahun depan.

Karena berbagai perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia, maka terjadi pula perubahan istilah dalam dunia pendidikan. Sekarang ini kita mengenal Ujian Nasional (UN) ditingkat SMP dan SMA atau Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional di tingkat SD, selain itu ada juga Ulangan Akhir Sekolah (UAS).

Berikut ini beberapa istilah yang ada di dunia pendidikan sebelum ini :
UUB : Ulangan Umum Bersama
EHB : Evaluasi Hasil Belajar
Ebta : Evaluasi Belajar Tahap Akhir
Ebtanas : Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional
THB : Tes Hasil Belajar
TPB : Tes Prestasi Belajar 
Dalam dunia perguruan tinggi :
Sipenmaru : Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru – 1980
UMPTN : Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri – 1990
SPMB : Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru – 2001
SNMPTN : Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi – 2008
UMB-PT : Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi – 2012

Sebenarnya terlalu banyak istilah yang belum disebutkan. Kurikulum-kurikulum dan stilah-istilah tersebut sangat membingungkan masyarakat karena memang selalu berganti setiap kali menteri berganti. Entahlah...apapun itu, semoga saja membuat pendidikan Indonesia semakin maju.


Semoga bermanfaat -
Dari berbagai sumber

2 komentar:

  1. Pak Menteri yakin betul dengan keberhasilan pendidikan kita selama ini karena nilai ujian kelihatannya bagus-bagus, padahal banyak terjadi kebocoran soal, peserta ujian diajari, nilai ujian digelembungkan, dsb. Tidak percaya? Coba adakan ujian yang pengawasnya robot! Hanya robot yang tidak bisa berlaku curang. Itu pun kalau diprogram curang, ya ,,, bisa juga!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya saya setuju..
      Tapi pemerintah sebenarnya selalu berusaha memperbaikinya..
      Pada kurikulum 2013 ini misalnya. Kriteria kenaikan kelas lebih diorientasikan kepada akhlak siswa. Dan bukan hanya IPA atau Matematika yang menjadi patokannya. Jadi bukan hanya dilihat pada mapel matematika atau IPA saja. Siswa yg pandai olahraga juga bisa naik. Tinggal UN nih, harus dilestarikan atau tidak..

      Hapus