Selasa, 22 Januari 2013

Sekolah Swasta Sambut Baik Pembubaran RSBI










Ilustrasi: sejumlah siswa kelas 11 mengikuti mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMA Negeri 5, Jalan Belitung, Kota Bandung, Rabu (9/1/2013). Keputusan Pembubaran status RSBI oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai tidak akan berdampak besar bagi siswa dan pola belajar mengajar di kelas, serta tidak akan menurunkan mutu pelayanan pendidikan maupun pamor sekolah.


Sejumlah sekolah swasta di Magelang, Jawa Tengah, menyambut positif keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penghapusan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). Kebijakan baru tersebut dinilai akan menumbuhkan peluang kompetisi yang sehat antarsekolah, baik negeri maupun swasta.

Kepala SMK dan SMP Syubbanul Wathon Kabupaten Magelang Achmad Izzuddin mengatakan, sejauh ini sekolah RSBI sangat sulit diakses siswa kurang mampu akibat biaya yang terlalu mahal. Padahal, semua lapisan masyarakat berhak mendapat pendidikan yang layak. "RSBI tidak baik untuk dilanjutkan," katanya, Kamis (10/1/2013).

Menurut dia, pengembangan pendidikan di Indonesia jangan selalu difokuskan pada peningkatan nilai akademis saja, tetapi juga perlu pengembangan di sektor mental dan moral. "Akhlak siswa harus diperhatikan sehingga pendidikan karakter bisa berjalan sesuai yang diharapkan," tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kepala SMA Muhammadiyah I Kota Magelang Suratno. Peluang kompetisi antarsekolah dalam menjaring siswa baru akan lebih leluasa. Suratno mengakui, selama RSBI masih diberlakukan, terjadi kesenjangan antarsekolah. Selama ini, RSBI selalu mendapat kesempatan lebih dulu dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) setiap tahun ajaran baru. Sekolah non-RSBI seolah-olah berada di bawah tingkatan.

"Seperti anak emas. Sementara sekolah yang lain, apalagi swasta, nasibnya hanya menerima bagi mereka yang gagal ke RSBI," ungkapnya.

Selain itu, pembubaran RSBI juga dinilai akan mampu menghapus kesenjangan antarsekolah sekaligus para siswa. Kesenjangan itu kerap berdampak pada sisi psikologis siswa.

"Tiap kali ada lomba antarsiswa, RSBI sepertinya sudah menjadi andalan. Padahal, siswa di sekolah lain sebenarnya punya kesempatan meraih prestasi," tuturnya.

Suratno berpendapat bahwa kebijakan MK tersebut juga harus diimbangi dengan peningkatan mutu pendidikan di setiap sekolah.


Sumber :
MAGELANG, KOMPAS.com — Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana | Kamis, 10 Januari 2013 | 21:52 WIB

0 komentar:

Posting Komentar