Sabtu, 30 Maret 2013

Permainan - Tebak Nama Bersambung

Didalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) biasanya akan terjadi kebosanan pada siswa jika tidak kita selingi dengan permainan. Tetapi kadang kala guru kesulitan untuk mencari permainan/ games indoor di sekolah.

Buat guru atau kalian yang sedang membutuhkan permainan indoor, namun bisa juga sebagai permainan outdoor yang murah tanpa biaya, maka permainan ini bisa menjadi salah satu alternatif. Permainan ini sudah sangat sering di posting pastinya, namun semoga saja bermanfaat.
Permainan ini tanpa alat atau bahan
Cara permainan :
  1. Setiap peserta membentuk sebuah lingkaran,
  2. Fasilitator atau guru menyebutkan sebuah tema yang akan dimainkan dalam permainan ini, misalnya pada pembahasan kali ini adalah nama kota, lalu fasilitator menjadi orang pertama yang menybutkannya. Misalnya  "India",
  3. Setiap peserta berurut-urut menybutkan nama sebuah kota yang diawali dengan huruf belakang dari peserta sebelumnya. Misalnya peserta pertama menyebutkan "Aceh", kemudian peserta kedua menyebutkan "Honolulu", dan seterusnya,
  4. Setiap peserta diberi kesempatan selama 5 detik untuk menjawab (disesuaikan dengan tingkatan umur),
  5. Peserta yang gagal dalam menjawab, dihukum sesuai dengan kesepakatan bersama.
   Mudah sekali bukan? Permainan ini bisa diganti dengan berbagai tema yang banyak sekali jumlahnya, semisal buah-buahan, nama Negara, dll.

Semoga bermanfaat

Minggu, 24 Maret 2013

Prospek Lulusan Teknik Mesin


TENTANG KARIR/PEKERJAAN

Setiap orang pasti selalu berusaha untuk mendapatkan karir yang bagus dalam pekerjaan mereka. Tujuannya untuk meningkatkan status sosial dan penghasilan. Dengan meningkatnya karir berarti mendapat pengakuan atas prestasi dan dedikasi dia selama ini di tempat kerjanya.

Karir diperjuangkan dengan pengorbanan dan teknik serta strategi. Bekerja dimaksudkan melakukan sesuatu yang berhubungan dengan jasa/barang dan bertujuan untuk mendapatkan hasil antara lain uang, jabatan, atau penghargaan lain.

Ketika memasuki usia 18 tahun/remaja, mendapatkan pekerjaan adalah sesuatu yang sangat diharapkan dan sudah dipikirkan bagaimana cara agar tidak bergantung lagi pada kedua orangtua. Bekerja adalah satu peran penting dalam fase ini. Dalam bekerja seseorang mendapatkan identitas diri.


TENTANG PROGRAM STUDI/JURUSAN (KOMPETENSI KEAHLIAN)

Memilih jurusan dalam pendidikan/sekolah adalah hal dasar dan berperan penting karena akan menentukan karir/profesi/masa depan seseorang. Jadi sangat tidak disarankan memilih jurusan karena ikut-ikutan teman atau karena trend.

Jadilah lulusan yang dibutuhkan, dan yang menjadi salah satu lulusan yang paling banyak dicari dari dahulu sampai sekarang bahkan untuk masa datang adalah lulusan dari jurusan Teknik Mesin. Jika tujuannya adalah untuk mencari pekerjaan atau menciptakan lapangan pekerjaan dari SKILL, maka teknik mesin menjadi pilihan terbaik, kecuali jika hanya tertarik kerja dibelakang meja.


TENTANG PELUANG KERJA

Banyak sekali, ribuan bahkan jutaan perusahaan dan industri/manufaktur baik dalam dan luar negeri yang berada di Indonesia. Jadi hanya dengan jumlah minimal, setidaknya diperlukan jutaan orang berlatar belakang teknik mesin setiap tahun dan tentu saja satu perusahaan tidak cukup hanya memiliki satu SDM saja.

Perusahaan yang membutuhkan lulusan teknik mesin antara lain dibidang : Perminyakan (menangani mesin pengeboran), Pertambangan, Gas, Kontraktor (Engineering, Rekayasa), Industri Petrokimia, Industri Pembangkit Energi, Industri Manufaktur, Industri Otomotif, Industri Elektronika, Industri Baja, Industri Mesin, Industri Kimia, Industri Alat Berat (Pengelasan, Rangka, Perakitan), Penerbangan, Perawatan Mesin, Penguji Spesimen Produksi, Mechanical dan Electrical, Manajemen Perbengkelan, Proyek Mekanik, Jasa Konstruksi Mesin, Konsultan Teknik pada Industri / Perusahaan, dll.

Tersedia banyak pekerjaan untuk lulusan SMK jurusan Teknik Mesin, betapa bagusnya prospek lulusan dimasa depan terlebih lagi bagi yang mampu melanjutkan pendidikan  (Fakultas Teknik Mesin atau Politeknik Mesin) dan jurusan ini tidak pernah berpisah dari yang namanya teknologi dan teknologi akan selalu berkembang setiap hari.

SMK Darma Bakti membuka program studi Teknik Mesin yang dilengkapi dengan fasilitas praktik baru termasuk MESIN CNC milik sendiri dan menjalin kemitraan dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DU/DI) karena  pendidikan tidak dapat berdiri sendiri lepas dari keterkaitannya dengan DU/DI, baik proses pendidikannya, pendidiknya, peserta didiknya, pun hasil pendidikan juga harus mampu memenuhi kebutuhan DU/DI.

Jadi tunggu apa lagi? Selamat bergabung di DBS!


(dari berbagai sumber)



Jumat, 22 Maret 2013

Draft Lengkap dan Materi Uji Publik Kurikulum 2013

Tahun pelajaran baru adalah tahun perubahan kurikulum dari KTSP yang sekarang sedang berlangsung kepada kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 ini banyak mata pelajaran yang akan di hapus pada Sekolah Dasar karena lebih dipentingkan pendidikan karakter. Semakin tinggi tingkat pendidikan siswa, maka pendidikan karakter akan semakin berkurang dan materi akan semakin banyak.


Bagi anda para pendidik yang ingin mengetahui draft lengkap kurikulum 2013, mungkin anda bisa melihatnya disini. Dan yang ingin mendownload materi uji publik Kurikulum 2013, bisa download disini.

Kamis, 21 Maret 2013

Muhammad Nuh tentang Kurikulum 2013

Kurikulum 2013
Oleh Mohammad Nuh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Artikel ini Sudah Dimuat di Harian Kompas, Kamis, 7 Maret 2013
 
Dalam beberapa bulan terakhir, harian Kompas memuat tulisan dari mereka yang pro ataupun kontra terhadap rencana implementasi Kurikulum 2013. Saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas berbagai pandangan tersebut. 
 
Saya berkesimpulan, mereka yang mempertanyakan kurikulum 2013 adalah karena ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013. 
Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.
 
Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya.
 
Mengingat pendidikan idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan pendidikan dapat dicapai. 
 
Perencanaan Pembelajaran
 
Dalam usaha menciptakan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang baik, proses panjang tersebut dibagi menjadi beberapa jenjang, berdasarkan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Setiap jenjang dirancang memiliki proses sesuai perkembangan dan kebutuhan peserta didik sehingga ketidakseimbangan antara input yang diberikan dan kapasitas pemrosesan dapat diminimalkan.
Sebagai konsekuensi dari penjenjangan ini, tujuan pendidikan harus dibagi-bagi menjadi tujuan antara. Pada dasarnya kurikulum merupakan perencanaan pembelajaran yang dirancang berdasarkan tujuan antara di atas. Proses perancangannya diawali dengan menentukan kompetensi lulusan (standar kompetensi lulusan). Hasilnya, kurikulum jenjang satuan pendidikan.
 
Dalam teori manajemen, sebagai sistem perencanaan pembelajaran yang baik, kurikulum harus mencakup empat hal. Pertama, hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada, dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi), dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari standar proses), supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada diri peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan keluaran tersebut sesuai dengan rencana.
 
Dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi, tak tepat jika ada yang menyampaikan bahwa pemerintah salah sasaran saat merencanakan perubahan kurikulum, karena yang perlu diperbaiki sebenarnya metodologi pembelajaran bukan kurikulum. (Mohammad Abduhzen, “Urgensi Kurikulum 2013”, Kompas, 21/2 dan “Implementasi Pendidikan”, Kompas, 6/3). Hal ini menunjukkan belum dipahaminya secara utuh bahwa kurikulum berbasis kompetensi termasuk mencakup metodologi pembelajaran. 
 
Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Sebagai contoh, dalam Kurikulum 2013, kompetensi lulusan dalam ranah keterampilan untuk SD dirumuskan sebagai “memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji,  menalar, mencipta) kemampuan pikir dan tindak yang produktif  dan kreatif, dalam ranah konkret dan  abstrak, sesuai dengan yang  ditugaskan kepadanya.”
Kompetensi semacam ini tak akan tercapai bila pengertian kurikulum diartikan sempit, tak termasuk metodologi pembelajaran. Proses pembentukan kompetensi itu, sudah dirumuskan dengan baik melalui kajian para peneliti, dan akhirnya diterima luas sebagai suatu taksonomi.
 
Pemikiran pengembangan Kurikulum 2013 seperti diuraikan di atas dikembangkan atas dasar taksonomi-taksonomi yang diterima secara luas, kajian KBK 2004 dan KTSP 2006, dan tantangan Abad 21 serta penyiapan Generasi 2045. Dengan demikian, tidaklah tepat apa yang disampaikan Elin Driana, “Gawat Darurat Pendidikan” (Kompas, 14/12/2012) yang mengharapkan sebelum Kurikulum 2013 disahkan, baiknya dilakukan evaluasi terhadap kurikulum sebelumnya.
 
Mengatakan tidak ada masalah dengan kurikulum saat ini adalah kurang tepat. Sebagai contoh, hasil pembandingan antara materi TIMSS 2011 dan materi kurikulum saat ini, untuk mata pelajaran Matematika dan IPA, menunjukkan, kurang dari 70 persen materi TIMSS yang telah diajarkan sampai dengan kelas VIII SMP.
Belum lagi rumusan kompetensi yang belum sesuai dengan tuntutan UU dan praktik terbaik di dunia, ketidaksesuaian materi matapelajaran dan tumpang tindih yang tidak diperlukan pada beberapa materi matapelajaran, kecepatan pembelajaran yang tidak selaras antarmata pelajaran, dangkalnya materi, proses, dan penilaian pembelajaran, sehingga peserta didik kurang dilatih bernalar dan berfikir. 
 
Kompetensi Inti
 
Kompetensi lulusan jenjang satuan pendidikan pun masih memerlukan rencana pendidikan yang panjang untuk pencapaiannya. Sekali lagi, teori manajemen mengajarkan, untuk memudahkan proses perencanaan dan pengendaliannya, pencapaian jangka panjang perlu dibagi-bagi jadi beberapa tahap sesuai dengan jenjang kelas di mana kurikulum tersebut diterapkan.
 
Sejalan dengan UU, kompetensi inti ibarat anak tangga yang harus ditapak peserta didik untuk sampai pada kompetensi lulusan jenjang satuan pendidikan. Kompetensi inti meningkat seiring meningkatnya usia peserta didik yang dinyatakan dengan meningkatnya kelas.
 
Melalui kompetensi inti, sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan, integrasi vertikal antarkompetensi dasar dapat dijamin, dan peningkatan kemampuan peserta dari kelas ke kelas dapat direncanakan. Sebagai anak tangga menuju ke kompetensi lulusan multidimensi, kompetensi inti juga memiliki multidimensi. Untuk kemudahan operasionalnya, kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi dua, yaitu sikap spiritual terkait tujuan membentuk peserta didik yang beriman dan bertakwa, dan kompetensi sikap sosial terkait tujuan membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab. 
 
Kompetensi inti bukan untuk diajarkan, melainkan untuk dibentuk melalui pembelajaran mata pelajaran-mata pelajaran yang relevan. Setiap mata pelajaran harus tunduk pada kompetensi inti yang telah dirumuskan. Dengan kata lain, semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari pada kelas tersebut harus berkontribusi terhadap pembentukan kompetensi inti. 
 
Ibaratnya, kompetensi inti merupakan pengikat kompetensi-kompetensi yang harus dihasilkan dengan mempelajari setiap mata pelajaran. Di sini kompetensi inti berperan sebagai integrator horizontal antarmata pelajaran.
 
Dengan pengertian ini, kompetensi inti adalah bebas dari mata pelajaran karena tidak mewakili mata pelajaran tertentu. Kompetensi inti merupakan kebutuhan kompetensi peserta didik, sedangkan mata pelajaran adalah pasokan kompetensi dasar yang akan diserap peserta didik melalui proses pembelajaran yang tepat, menjadi kompetensi inti. Bila pengertian kompetensi inti telah dipahami dengan baik, tentunya tidak akan ada kritikan bahwa Kurikulum 2013 adalah salah dengan alasan pada “Kompetensi Inti Bahasa Indonesia” tidak terdapat kompetensi yang mencerminkan kompetensi Bahasa Indonesia, karena memang tidak ada yang namanya kompetensi inti Bahasa Indonesia, sebagaimana yang dipertanyakan Acep Iwan Saidi, “Petisi untuk Wapres” (Kompas, 2/3).
 
Dalam mendukung kompetensi inti, capaian pembelajaran mata pelajaran diuraikan menjadi kompetensi dasar-kompetensi dasar yang dikelompokkan menjadi empat. Ini  sesuai dengan rumusan kompetensi inti yang didukungnya, yaitu dalam kelompok kompetensi sikap spiritual, kompetensi sikap sosial, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan.
 
Uraian kompetensi dasar sedetil ini adalah untuk memastikan bahwa capaian pembelajaran tidak berhenti sampai pengetahuan saja, melainkan harus berlanjut ke keterampilan, dan bermuara pada sikap. 
Kompetensi dasar dalam kelompok kompetensi inti sikap bukanlah untuk peserta didik, karena kompetensi ini tidak diajarkan, tidak dihafalkan, tidak diujikan, tapi sebagai pegangan bagi pendidik, bahwa dalam mengajarkan mata pelajaran tersebut, ada pesan-pesan sosial dan spiritual yang terkandung dalam materinya. Apabila konsep pembentukan kompetensi ini dipahami, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kegelisahan yang disampaikan L. Wiliardjo dalam “Yang Indah dan yang Absurd” (Kompas,  22/2)
 
Kedudukan Bahasa
 
Uraian rumusan kompetensi seperti itu masih belum cukup untuk dapat digunakan, terutama saat merancang kurikulum SD (jenjang sekolah paling rendah), tempat dimana peserta didik mulai diperkenalkan banyak kompetensi untuk dikuasai. Pada saat memulainya pun, peserta didik SD masih belum terlatih berfikir abstrak. Dalam kondisi seperti inilah, maka terlebih dahulu perlu dibentuk suatu saluran yang menghubungkan sumber-sumber kompetensi, yang sebagian besarnya abstrak, kepada peserta didik yang masih mulai belajar berfikir abstrak.
 
Di sini peran bahasa menjadi dominan, yaitu sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dari semua sumber kompetensi kepada peserta didik.
 
Usaha membentuk saluran sempurna (perfect channels dalam teknologi komunikasi) dapat dilakukan dengan menempatkan bahasa sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain. Dengan kata lain, kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalam penggunaan jenis teks yang sesuai dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pembelajaran tematik integratif dan perumusan kompetensi inti, sebagai pengikat semua kompetensi dasar, pemaduan ini akan dapat dengan mudah direalisasikan.
 
Dengan cara ini pula, maka pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dibuat menjadi kontekstual, sesuatu yang hilang pada model pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini, sehingga pembelajaran Bahasa Indonesia kurang diminati oleh pendidik maupun peserta didik.
 
Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual, peserta didik sekaligus dilatih menyajikan bermacam kompetensi dasar secara logis dan sistematis. Mengatakan kompetensi dasar Bahasa Indonesia SD, yang memuat penyusunan teks untuk menjelaskan pemahaman peserta didik, terhadap ilmu pengetahuan alam sebagai mengada-ada (Acep Iwan Saidi, “Petisi untuk Wapres”), sama saja dengan melupakan fungsi bahasa sebagai pembawa kandungan ilmu pengetahuan.
 
Kurikulum 2013 adalah kurikulum berbasis kompetensi yang pernah digagas dalam Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, tapi belum terselesaikan karena desakan untuk segera mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006. Rumusannya berdasarkan pada sudut pandang yang berbeda dengan kurikulum berbasis materi, sehingga sangat dimungkinkan terjadi perbedaan persepsi tentang bagaimana kurikulum seharusnya dirancang. Perbedaan ini menyebabkan munculnya berbagai kritik dari yang terbiasa menggunakan kurikulum berbasis materi. Untuk itu ada baiknya memahami lebih dahulu terhadap konstruksi kompetensi dalam kurikulum sesuai koridor yang telah digariskan UU Sisdiknas, sebelum mengkritik. (***)
 
Sumber : http://kemdikbud.go.id

Rabu, 13 Maret 2013

Kebutuhan Cileungsi Akan Tenaga Lulusan Teknik Industri

Status daerah Cileungsi dan sekitarnya kini berubah, dari daerah kecil menjadi daerah industri. Dulu tidak akses khusus dari Cileungsi ke Jakarta sebagai Ibukota Indonesia. Namun kini, karena akses ke Ibukota yang sangat mudah dan lancar, banyak pabrik-pabrik berdiri di daerah Cileungsi ini. Sepanjang jalan raya Narogong sudah dipenuhi oleh berbagai perusahaan besar. Dan kini mulai beralih ke jalan raya Cileungsi-Jonggol yang relatif masih kosong.  Cileungsi juga dekat dengan Cikarang dimana banyak terdapat kawasan-kawasan industri. Cikarang merupakan salah satu pusat industri nasional dimana nilai ekspornya mampu bersaing dengan Batam. Kawasan Industri di Cikarang merupakan kawasan industri yang potensial mengingat sekitar 2.125 unit pabrik yang berasal dari 25 negara berlokasi di kawasan tersebut. Kawasan tersebut mampu menyumbang sebesar 34,46 % PMA Nasional, serta 22-45 % volume ekspor nasional. Pada tahun 2008 omset kawasan industri ini mencapai $35 milyar dan 70% diantaranya untuk pasar ekspor.

Tujuh kawasan industri sudah eksis di Cikarang a.l. MM2100, Delta SIlicon I, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II dan Delta SIlicon II. Sementara itu kawasan industri di kota Delta Mas masih dalam tahap pembangunan dan Delta Silicon II yang berada di bawah grup Lippo sedang mengalami perluasan. 
Dengan demikian status daerah Cileungsi ini sudah bisa dikatakan sebagai daerah kawasan Industri. 

Dengan banyaknya perusahaan baru yang mulai berkembang di daerah Cileungsi dan sekitanya ini, menjadikan kebutuhan lulusan-lulusan jurusan Teknik Industri meningkat. Banyak perusahaan yang membutuhkan tenaga-tenaga muda yang handal. Maka dengan itu SMK Darma Bakti mengerti dan menyediakan fasilitas yang mampu menjawab masalah di atas. 

Sekolah kami SMK Darma Bakti pada Tahun Pelajaran 2013-2014 membuka Program Studi Keahlian Teknik Industri dengan Kompetensi Keahlian :
1. Teknik dan Manajemen Produksi (058)
2. Teknik dan Manajemen Pergudangan (059)

Tujuan kami salah satunya adalah mempersiapkan siswa agar menjadi tenaga kerja tingkat muda/ menengah yang kompeten untuk mengisi kebutuhan dunia usaha/ industri dengan memberikan keahlian/ keterampilan. Selain untuk membantu para siswa untuk mudah mendapatkan pekerjaan dikarenakan kemampuan mereka, juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sesuai dengan motto kami yaitu PRIMA (Produktif, Dinamis, Berkualitas) kami akan menjadi SMK yang berkualitas dan berprestasi. Insya Allah.


Semoga Bermanfaat.

Sabtu, 09 Maret 2013

SK/ KD SMK Teknik dan Manajemen Pergudangan (059)


Standar Kompetensi
1. Memahami manajemen pergudangan
    Kompetensi Dasar
    1.1. Menjelaskan struktur organisasi pergudangan
    1.2. Mengidentifikasi kesalahan umum pengelolaan pergudangan
    1.3. Menjelaskan perkembangan sarana dan prasarana pergudangan
2. Memahami konsep dasar teknik manajemen pergudangan
    2.1. Memahami latarbelakang teknik manajemen pergudangan
    2.2. Memahami pengertian dan ruang lingkup teknik pergudangan
    2.3. Memahami asas-asas manajemen pergudangan
    2.4. Menjelaskan manajemen supply chain
    2.5. Menjelaskan pendekatan-pendekatan manajemen pergudangan
3. Memahami cara pemilihan lokasi gudang
    3.1. Menjelaskan latar belakang pemilihan lokasi gudang
    3.2. Menjelaskan perencanaan pemilihan lokasi gudang
    3.3. Menguraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan lokasi gudang
    3.4. Menjelaskan tahap-tahap pemilihan lokasi gudang
4. Memahami konstruksi gudang
    4.1. Menjelaskan pengertian konstruksi gudang
    4.2. Menjelaskan jenis-jenis konstruksi gudang
    4.3. Menjelaskan syarat-syarat gudang
    4.4. Menjelaskan desain lay-out gudang
    4.5. Menjelaskan bentuk-bentuk gudang
5. Memahami macam-macam peralatan penyimpanan
    5.1. Mengidentifikasi macam-macam peralatan penyimpanan
    5.2. Menjelaskan fungsi dan keguanaan peralatan penyimpanan
    5.3. Menentukan standardisasi peralatan penyimpanan
    5.4. Menjelaskan peranan alat angkut dan penyimpanan standar
    5.5. Mengidentifikasi jenis-jenis peralatan pendukung penyimpanan
6. Memahami macam-macam bentuk fisik barang industri
    6.1. Mengidentifikasi macam-macam bentuk fisik barang industri
    6.2. Menjelaskan karakteristik barang industri menurut bentuk fisiknya
7. Memahami sistem dan prosedur operasi gudang
    7.1. Menjelaskan pengertian sistem dan prosedur operasi gudang
    7.2. Menjelaskan keseimbangan persediaan produk dan kebutuhan permintaan pasar
    7.3. Menentukan cara memperpendek jarak penempatan dan pengambilan barang
    7.4. Menjelaskan pentingnya operasi gudang
    7.5. Menjelaskan macam-macam biaya penyimpanan
8. Memahami teknik arus gerak barang
    8.1. Menjelaskan pengertian teknik arus gerak barang
    8.2. Menjelaskan cara mengidentifikasi arus gerak barang
    8.3. Menjelaskan arus barang dan arus dokumen
    8.4. Menjelaskan teknik pemisahan dan alokasi barang
    8.5. Menjelaskan teknik melindungi barang

Semoga Bermanfaat.




Rabu, 06 Maret 2013

SEMANGKA DISUKAI ROSULULLAH SAW


Buah semangka adalah salah satu buah yang digemari oleh Rasulullah ﷺ. Diriwayatkan oleh Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Nabi bahwa beliau pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda, “Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini.” Buah semangka, atau yang dalam istilah arab disebut dengan biththikh adalah buah multi manfaat. Bahkan bagi penderita asam urat pun tak perlu risau jikalau saja mengerti cara memanfaatkan buah manis yang satu ini.

Dari Ibnu Abbas secara marfu, “Semangka adalah makanan, minuman dan raihan (tanaman harum), mencuci kandung kencing, membersihkan perut, memperbanyak air punggung, membantu bercampur, mencerahkan kulit dan mengatasi kelemahan.” (Kitab Ath-Thibbun Nabawi)

Ya, kenyataannya manfaat buah semangka bagi penderita asam urat bukan hanya sekedar isapan jempol belaka. Penelitian terbaru terhadap warga di Dupak Bangunsari, Surabaya yang dipublikasikan oleh laman STIKES YARSIS, menunjukkan bahwa jus semangka memberi pengaruh terhadap penurunan kadar asam urat pada sejumlah lansia yang mengalami hiperurisemia (kadar asam urat tinggi).

Penelitian dilakukan pada 16 orang sampel dan dari kelompok tersebut dibagi menjadi dua golongan terpisah (kelompok kontrol dan eksperimen). Kadar rata-rata asam urat sebelum pemberian terapi jus semangka diketahui pada kelompok eksperimen 8,9 mg/dl, sedangkan kelompok kontrol 8,8 mg/dl.

Sementara setelah pemberian terapi jus semangka rata-rata kadar asam urat pada kelompok eksperimen menjadi 5,5 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata kadar asam urat menjadi 8,7 mg/dl.

Bagaimana cara membuat jus buah semangka?

Imam Ibnu Qoyyim menegaskan bahwasannya yang perlu diperhatikan adalah buah semangka dikonsumsi sebelum makan. Sementara menurut Imam Dzhahabi efek negatif yang kadang timbul ketika mengkonsumsi buah semangka dapat dinetralisir dengan mengkonsumsi jahe.

Dalam memilih semangka kiranya juga dapat mengutip perkataan Abu Mishar al-Ghassani. “Ayahku apabila membeli semangka suka berkata, wahai anakku hitunglah garis yang ada di dalamnya, jika satu maka dia diciptakan untuk menjadi manis.”(Kitab Thibbun Nabawi)

Sementara untuk membuat jus semangka yang pertama dilakukan adalah dengan menyiapkan buah semangka segar secukupnya. Buah semangka memiliki kandungan air hingga 93 persen, maka semangka tidak membutuhkan tambahan air ketika dibuat jus. Sementara memberi es atau susu pada jus hanya akan memperlambat atau memperpanjang waktu cerna.

Sebelum dijus kulit terluar semangka dikupas tanpa melepaskan bagian daging semangka yang berwarna hijau. Semangka lalu dipotong kecil-kecil hingga memungkinkan mudah untuk diblender. Apabila tidak ada blender dapat juga diparut dengan terlebih dahulu bijinya dibuang. Jika menggunakan juicer biji semangka dapat juga disertakan. Jika ingin, jus semangka dapat ditambahkan beberapa sendok perasan sari lemon agar komposisinya lebih seimbang.

Setelah semangka diblender halus, maka jus dapat diminum satu gelas setidaknya setengah jam sebelum makan pada pagi dan malam hari. Jus semangka dapat diminum untuk menunjang terapi thibbun nabawi lainnya hingga asam urat sembuh. Selamat mencoba!

Dikutip dari Tabloid Bekam Edisi 14

Arti Lambang Logo Kemendikbud (Depdikbud)

   Beberapa banyak orang yang tahu arti dari logo Kemendikbud yang padahal, setiap hari dipakai oleh seluruh siswa/i Indonesia? hehe... Sebagian besar bahkan tidak sadar, apa sih gambar yang ada pada logo tersebut??
   Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang sebelumnya bernama Departemen Pendidikan dan kebudayaan (Depdikbud) memiliki lambang yang biasanya disebut dengan lambang tut wuri handayani.
    Lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan adalah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0398/M/1977 tanggal 6 September 1977 dengan uraian lambang sebagai berikut:

1.BIDANG SEGI LIMA (Biru Muda).
Menggambarkan alam kehidupan Pancasila.

2.SEMBOYAN TUT WURI HANDAYANI. 
Digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini bearti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.

3.BELENCONG MENYALA BERMOTIF GARUDA. 
Apa itu Belencong? Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Biasanya berada di belakang layar. Cahaya pada belencong membuat pertunjukan menjadi hidup. Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Apakah arti ekor dan sayap lambang Kemendikbud (Depdikbud) ? Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: “Satu kata dengan perbuatan Pancasilais”





























4. BUKU. 
Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

5. WARNA. 
Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup pancasila).

Semoga Bermanfaat

Sumber :
http://tunas63.wordpress.com
Google search

Senin, 04 Maret 2013

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN / SK/KD KEJURUAN

Dasar Kompetensi Kejuruan

Standar Kompetensi :
1. Memahami sistem produksi
    Kompetensi Dasar :
    1.1. Menjelaskan konsep sitem produksi
    1.2. Menguraikan tipe-tipe produksi
    1.3. Membuat peramalan produksi
    1.4. Menjelaskan sistem perencanaan produksi
    1.5. Menggunakan aplikasi sistem informasi produksi
Standar Kompetensi :
2. Memahami proses material handling.
    Kompetensi Dasar :
    2.1. Menguraikan peranan material handling
    2.2. Mengkalkulasi biaya material handling
    2.3. Mengoperasikan peralatan material handling
Standar Kompetensi :
3. Memahami Peramalan (forecasting) :
    Kompetensi Dasar
    3.1. Menjelaskan karakteristik permintaan
    3.2. Membuat peramalan permintaan
    3.3. Menguraikan metode-metode peramalan
    3.4. Menentukan macam-macam error dalam peramalan
 Standar Kompetensi :
4. Memeahami pengelolaan sumber daya manusia
    Kompetensi Dasar
    4.1. Mengidentifikasi pendekatan-pendekatan tugas
    4.2. Menguraikan tugas-tugas pekerja
    4.3. Menjelaskan struktur organisasi dan gaya kepemimpinan
Standar Kompetensi :
5. Menerapkan Keselamtan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH)
    Kompetensidasar :
    5.1. Mendeskripkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
    5.2. Melaksanakan prosedur K3
    5.3. Menerapkan konsep lingkungan hidup
    5.4. Menerapkan ketentuan pertolongan pertama pada kecelakaan