Jumat, 28 Juni 2013

Permainan - Karpet Ajaib (Outdoor)

Games ini melatih kerjasama, persaingan sehat, dan strategi.

Bahan/ Alat : Kardus bekas yang sudah dibuka lebar dan direntangkan.
Jumlah pemain : 3 Orang

Prosedur :
  1. Tiap tim mendapat 2 buah kardus.
  2. Tiap tim berdiri di garis start.
  3. Fasilitator memberi aba-aba dan lomba dimulai.
  4. Tim bergerak maju dengan meletakkan kardu 1, dan kemudian menginjaknya. Setelah semua tim menginjak kardus 1, anggota tim yang paling depan meletakkan kardus 2 di depan kardus 1 (NB: tidak boleh ada jarak), kemudian menginjaknya. Anggota tim kemudian berpindah ke kardus 2.
  5. Anggota tim yang paling belakang kemudian mengambil kardus 1 tadi, kemudian memberikannya ke anggota tim yang paling depan, yang kemudian di letakkan di depan kardus 2 tadi.
  6. Anggota tim kemudian berpindah lagi ke kardus 1, dan seterusnya.


Ketentuan :
  1. Kardus tidak boleh rusak.
  2. Anggota tim tidak noleh keluar dari kardus. Kalau keluar, maka dinyatakan kalah.
  3. Gerakan tim tidak boleh mengganggu jalan atau menabrak tim lain (dianjurkan diberi jarak).
  4. Pemenangnya yang menyentuh garis lebih dulu.

   Setelah permainan berakhir, dianjurkan fasilitator bertanya tentang pengalaman siswa. 

Semoga bermanfaat.
Referensi - Buku 100 game kreatif

Minggu, 09 Juni 2013

Tau Gak Sih Kalau di Dalam Lautan Ada Gelombang alias Ombak Juga Looh?!?


أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ (٤٠


Artinya :
Atau (keadaan amal orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya, hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun. (Q.S. An-Nuur : 40)

 Al-Qur’an telah menyatakan sejak 1400 tahun yang lalu bahwa terdapat gelombang di kedalaman lautan. Di dalam ayat tersebut juga dinyatakan adanya gelap gulita yang bertindih-tindih karena lautan sangat dalam. Rata-rata kedalaman laut adalah 3795 meter. Tanpa peralatan pelindung, manusia tidak dapat menyelam di bawah 40 meter. Bahkan saya sendiri tidak cukup kuat untuk menyelam lebih dari 2 meter. hehe...
Gelombang di lautan baru dikenal dalam dua dasawarsa terakhir ini karena ditemukannya platform ruang angkasa (satelit). Gelombang di dalam laut membentuk batas-batas diantara lapisan-lapisan dari berbagai kepadatan air karena adanya perbedaan kecapatan antara batas-batas air, yakni ketika batas air yang di atas dan di bawah bergerak berlawanan arah atau dalam yang sama tetapi berbeda kecepatannya. Fluktuasi (guncangan) air dapat terjadi apabila pergantian air terjadi secara vertical sehingga terjadilah gelombang di dalam lautan. 

Para ilmuwan baru menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang "terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda." Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

Naah...Mungkinkah 1400 tahun yang lalu seseorang di dunia ini membayangkan bahwa terdapat gelombang yang terjadi di laut dalam karena adanya berbagai lapisan air? Ataukah 1400 tahun yang lalu sudah ada seseorang yang mampu menyelam lebih dari 40 meter di bawah air laut?

Sesungguhnya semua itu sudah dituliskan oleh Allah SWT. Bagi kita yang ingin berfikir, ingin tahu, maka segala hal yang terdapat pada Al-Qur'an benar-benar nyata kebenarannya. Dan sangat tidak mungkin kalau manusia-lah yang menulisnya. Bagaimana mungkin manusia pada masa itu tahu hal-hal seperti gelombang lautan ini dan masih banyak hal-hal lain. Subhanallah.


53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?


Sumber :
-Buku : Einstein aja Baca Qur'an / MD Anisur Rahman
-http://www.keajaibanalquran.com/