Kamis, 26 September 2013

Kemajuan pada Kurikulum 2013

Kreativitas Siswa
Pendidikan lebih penting ketimbang sekedar pengajaran. Mungkin kata ini yang tepat diucapkan untuk menjelaskan tentang kurikulum 2013. Perbedaan yang mendasar pada kurikulum 2013 ini adalah tingkat kesuksesan anak dalam pendidikan bukan hanya dinilai berdasarkan seberapa besar nilai atau hasil dari ujian yang mereka dapatkan. Karena syarat untuk seorang anak bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi juga diukur berdasarkan behavior atau sikap dan perilaku mereka di sekolah.

Memang sebenarnya inilah yang paling benar menurut admin pribadi. Pengetahuan bisa didapatkan siswa kapan saja. Mungkin saja ketika seorang siswa sudah besar nanti, ia akan sadar akan pentingnya pengetahuan dan seketika belajar dan pasti mampu menjadi pintar. Namun sikap dan perilaku sangat perlu untuk dibentuk sejak kecil. Karena bila tidak dididik sejak kecil, akhlak ini susah untuk didapatkan.

Misalnya saja, seorang guru atau orang tua yang mudah sekali marah besar ketika anak mendapat nilai kecil, akan membuat anak menjadi anak yang tidak jujur. Loh kok bisa? Ya karena ketakutannya akan kemarahan guru atau orang tuanya, mereka akan melakukan berbagai macam cara agar mereka tidak kena marah. Lalu salahkah guru atau orang tua yang marah? Tidak salah, namun guru atau orang tua harus bisa mengontrol kemarahannya. Jangan sampai anak dimarahi secara berlebihan, dan ketika ia mendapat nilai yang bagus mereka tidak diberi penghargaan. Poin ini sangat penting agar anak menjadi pribadi yang jujur. Maka mereka akan dapat berusaha sekuat tenaga dengan kemampuan mereka sendiri, bagaimanapun hasil dari ujian yang mereka jalani.

Di lain pihak, guru atau orang tua harus mengetahui berbagai kecerdasan lain selain kecerdasan dalam bidang pelajaran. Howard Gardner menyebutkan ada 8 jenis kecerdasan pada manusia. 1. Kecerdasan Linguistik, 2. Kecerdasan Logik Matematik, 3. Kecerdasan Visual dan Spasial, 4. Kecerdasan Musik, 5. Kecerdasan Interpersonal, 6. Kecerdasan Intrapersonal, 7. Kecerdasan Kinestetik, dan 8. Kecerdasan Naturalis. Jadi tidak semua anak pandai dalam bidang matematika, tidak semua anak pandai dalam bidang Bahasa Indonesia. Mereka pandai pada bakatnya masing-masing.

Dan pada kurikulum 2013 ini, mengarah ke arah tersebut. Patokan nilai tidak hanya berdasarkan hanya nilai Matematika, IPA atau Bahasa Indonesia, namun juga Keterampilan, Olahraga dan semua pelajaran beserta perilaku siswa di sekolah. Tetapi bukan berarti juga anak dibiarkan tidak belajar. Pengetahuan tetap penting, terutama wawasan siswa.

Semoga kedepannya dunia pendidikan semakin maju. Anak tidak dididik untuk menjadi robot, tetapi menjadi pribadi yang kreatif dan inovatif. 

Semoga Bermanfaat.


0 komentar:

Posting Komentar