Senin, 28 Oktober 2013

NEFOS dan OLDEFOS Serta Hubungannya dengan Politik Mercusuar

Pada peringatan sumpah pemuda yang ke-36 pada tanggal 28 Oktober 1964, Presiden Soekarno tidak sedang berada di Indonesia. Maka pada waktu itu beliau hanya memberikan amanat tertulis. Di dalam amanat tersebut, terdapat kata-kata Nefos dan Oldefos. Lalu apa itu Nefos dan Oldefos?


Teks Amanat Presiden Soekarno (28 Oktober 1964)

NEFOS (New Emerging Forces) yakni kekuatan-kekuatan baru yang mewakili keadilan dan pembebasan melawan OLDEFOS (Old Established Forces) yakni kekuatan-kekuatan tua dan mapan yang bersifat imperialistis dan neokolonialistis.

OLDEFOS adalah kelompok negara-negara yang kapitalis, imperialis, termasuk di dalam kelompok ini antara lain Inggris, Amerika, Belanda, dan lain-lain. OLDEFOS adalah sebagai kelompok negara-negara penjajah (kolonial)

NEFOS adalah kelompok negara-negara terjajah (dan bekas jajahan) yang berusaha melepaskan diri dari pengaruh OLDEFOS. NEFOS adalah kelompok negara-negara yang berjuang untuk merdeka dan negara yang belum lama merdeka. Indonesia sendiri secara tegas menyatakan dirinya termasuk dalam kelompok NEFOS).

Salah satu kebijakan politik yang terkenal di masa Soekarno adalah Politik Mercusuar. Kebijakan ini dapat diartikan menjadi pembangunan yang besar-besaran di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat negara-negara berkembang. Soekarno menggalang kekuatan dari negara-negara yang masih memperjuangkan kemerdekaannya yang disebut dengan The New Emerging Forces (NEFOS). Musuh dari NEFOS adalah negara-negara yang sedang berkembang yaitu The Old Established Forces (OLDEFOS). Politik Mercusuar inilah yang menjadi tonggak berdirinya Gelora Bung Karno, Monumen Nasional, Gedung CONEFO (sekarang DPR) dan Jembatan Ampera.

Politik Mercusuar adalah politik yang dijalankan oleh Presiden Soekarno pada masa demokrasi terpimpin yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai mercusuar yang dapat menerangi jalan bagi New Emerging Forces (kekuatan baru yang sedang tumbuh) di dunia. Proyek-proyek besar dan spektakuler pun diselenggarakan dengan harapan dapat menempatkan Indonesia pada kedudukan terkemuka di kalangan Nefo. Proyek-proyek tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar mencapai milyaran rupiah, di antaranya pembangunan jalan-jalan, hotel-hotel mewah, toko serba ada "Sarinah", Jembatan Semanggi, Tugu Monas, dan diselenggarakannya Ganefo (Games of the New Emerging Forces) yang membutuhkan pembangunan Gelanggang Olahraga (Gelora) Senayan serta biaya perjalanan bagi delegasi asing.

Politik Mercusuar ini mendapat kecaman dari berbagai kalangan yang menganggapnya sebagai pemborosan uang negara. Dalam biografinya “Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia” yang ditulis oleh Cindy Adams, Soekarno menjelaskan:

"Banyak orang memiliki wawasan picik dengan mentalitas warung kelontong menghitung-hitung pengeluaran itu dan menuduhku menghambur-hamburkan uang rakyat. Ini semua bukan untuk keagunganku, tapi agar bangsaku dihargai oleh seluruh dunia. Seluruh negeriku membeku ketika mendengar Asian Games 1962 akan diselenggarakan di Ibukotanya. Kami lalu mendirikan stadion dengan atap melingkar yang tak ada duanya di dunia. Kota-kota di mancanegara memiliki stadion yang lebih besar, tapi tak ada yang memiliki atap melingkar. Ya, memberantas kelaparan memang penting, tetapi memberi jiwa mereka yang tertindas dengan sesuatu yang dapat membangkitkan kebanggaan – ini juga penting."
 
Politik Mercusuar berakhir dengan meletusnya Peristiwa G 30 S tahun 1965 yang memudarkan kepercayaan rakyat terhadap Presiden Soekarno hingga lengsernya beliau tahun 1967.

Mari kita berbicara tentang Gelora Bung Karno. Stadion kebanggan Indonesia ini didasarkan atas terpilihnya Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games. Dana Pembangunan stadion ini didapat dari bantuan Uni Sovyet sebesar 12,5 juta US Dollar. Menurut salah satu ajudan Bung Karno utang pembangunan kompleks stadion ini dibayar dengan karet alam dalam tempo dua tahun. Pada masa orde baru, dalam rangka de-Soekarnoisasi nama Stadion ini diubah menjadi Stadion Utama Senayan dan kemudian dikembalikan kembali menjadi Gelora Bung Karno melalui Surat Keputusan Presiden No.7 tahun 2001. Dalam penyelenggaran Asian Games, Bung Karno masih menerapkan NEFOS dan OLDEFOS, sehingga melarang negara-negara OLDEFOS mendapat visa ke Indonesia. Hal ini berdampak pada pencoretan nama Indonesia dari Komita Olimpiade Internasional. Karena sifat Bung Karno tadi dan keinginannya yang besar untuk memajukan Indonesia, Bung Karno akhirnya membuat acara olahraga tandingan Olimpiade yaitu Games of New Emerging Forces (GANEFO) dengan semboyan Onward! No Retreat!
Wah...Lihatlah Presiden kita Soekarno ini. Dia pribadi yang luar biasa. Visi-nya untuk Indonesia tidak hanya untuk jangka pendek, tetapi untuk jangka panjang. Kalau saja Presiden Soekarno waktu itu tidak dikudeta dan dilengserkan, admin sendiri berpendapat bahwa Indonesia akan menjadi negara yang sangat maju dibanding negara-negara lain. Kalau kita berada di masa itu, memang kita akan berfikir bagaimana bisa membangun fasilitas negara yang besar, sedangkan masyarakat kelaparan. Tetapi sungguh maksud dari Soekarno adalah mengidentitaskan Indonesia.

Hmm...dihari Sumpah Pemuda ini marilah kita membangun lagi negara Indonesia ini dengan lebih baik. Kita harus lebih baik daripada para pendahulu kita. Selamat Hari Sumpah Pemuda. Mari bangun bangsa ini dengan segenap hati. Mari kita cintai Indonesia. We LOVE You INDONESIA..

Sumber :
http://www.tuanguru.com
tetosilaban.wordpress.com

Semoga bermanfaat.

Senin, 21 Oktober 2013

Soal Latihan Bahasa Inggris


Contoh soal Bahasa Inggris
Choose the best answer a, b, c, d, or e!


      1.       Mr. Gonzalez … to a bank once a month.
a.       go                                   d. gone
b.      goes                              e. going
c.       went
      2.       The students … books in a library
a.       reading                         d. read
b.      is reading                     e. reads
c.       were reading
      3.       Aldi : … your father work at the mining company?
       Aji   : No, he doesn’t
a.       Were                             d. do
b.      Is                                     e. are
c.       Does
      4.       Wahyu : Jason, you must not burn the rubbish. The smoke will make air pollution
       Jason   : Mr. Umar asked … to do it
a.       he                                   d. I
b.      me                                 e. her
c.       his
      5.       Uncle Jono : Arif, is this … hat?
       Arif             : Yes, Uncle. It is mine
a.       Their                              d. my
b.      Her                                 e. your
c.       his 
      6.       A:  Oh, … I don’t mean to hurt you
       B: It’s okay
a.       It’s a nuisance           d. I didn’t see you
b.      I am sorry                    e. forget it
c.       It’s nothing
      7.       Alan     : Ahmad, thank you for giving me a nice present
       Ahmad : …
a.       It’s okay                       d. I don’t know
b.      I am sorry                    e. you’re welcome
c.       Forget it
Questions 8 to 10 refer to the following text.
We have two seasons in Indonesia, the rainy season and the dry season. The rainy season is from October to March and it’s followed by the dry season which last from April to September. But it doesn’t mean that the rains for days without end. Sometimes, the sun shines for hours for days. The heavy downpours usually happen in December and January. Thunderstorms are frequent in the rainy season and so are floods.
The average rainfall for the whole country is about 102 cm or 40 inches. But, even in the middle the rainy season the temperature ranges between 18 degree Celsius to 31 degree Celsius. In the highlands it is cooler.
      8.       The rainy season in Indonesia usually ends in …
a.       April                               d. September
b.      October                       e. March
c.       June
      9.       What does the heavy downpour mean?
a.       Days with thunderstorms
b.      The rain falls interchangeably with the sunshine
c.       The flood in many cities in Indonesia
d.      A heavy fall of rain that often starts suddenly
e.      Thunderstorms
      10.   Thunderstorms are frequent in December.
       The synonym of the word “frequent” is …
a.       Seldom                         d. sometime
b.      Often                            e. every time
c.       Rarely
     11.   Today is Wednesday, tomorrow is …
a.       Monday                       d. Sunday
b.      Tuesday                       e. Saturday
c.       Thursday
     12.   I am eating a plate of rice and a … of chicken soup
a.       bowl                              d. bottle
b.      glass                              e. can
c.       cup
     13.   Andri is drinking a bottle of …
a.       soup                              d. water
b.      sugar                             e. rice
c.       bread
14.   Salim is a … student. He always gets good mark
a.       stupid                           d. lazy
b.      smart                            e. friendly
c.       beautiful
      15.   My brother is 185 cm. He is very …
a.       high                               d. height
b.      tall                                  e. weight
c.       long
       16.   Your brother is very … to old people
a.       polite                            d. important
b.      friendly                        e. patient
c.       impatient
       17.   How do you say 08;45 am?
a.       It is forty five to eight
b.      It is forty five eight
c.       It is a quarter past eight
d.      It is a quarter to eight
e.      It is a quarter to nine
      18.   How do you say “tanggal 21 Juni 1980” in English?
a.       Twenty one June nineteen eighty
b.      Twenty first Juni nineteen eighty
c.       The twenty first Juni nineteen eighty
d.      The twenty first June nineteen eighty
e.      The twenty one June ninetin eighty
       19.   He is a man without hair. He is called …

a.       curly                              d. wavy hair
b.      baldy man                   e. straight hair
c.       wrinkles


       20.    What profession is it?
a.       pediatric                      d. dentist
b.      carpenter                    e. nurse
c.       doctor
       21.    My job is repairing water pipe, what is my job?
a.       carpenter                    d. electrician
b.      welder                          e. plumber
c.       technician
       22.   I am from Brazil. I am a Brazilian. I speak in …
a.       Spanish                        d. Latin
b.      English                          e. French
c.       Portuguese
       23.   Plato is from Greece. He speaks in …
a.       Greeco                         d. Yunani
b.      Greek                           e. Italian
c.       Greecian
24 till 30 Choose that should be corrected A, B, C, or D!
      24.   The guests is served satisfactorily by the waiter
       A               B                     C                           D
      25.   When it rain, I usually go to work by car
         A           B            C                       D
      26.   Amir combs her hair everyday
       A         B         C             D
      27.   Andi has three pen
         A    B      C      D
      28.   Roni is eating a glass of fried rice
        A            B         C                    D
      29.   Udin is 183 cm. He is very high
        A           B        C                 D
      30.   I feed my cat three times a month
              A      B            C                       D

Jumat, 11 Oktober 2013

Sejarah dan Teknik Bermain Sepak Takraw

A.    Sejarah Permainan Sepak Takraw
 
Sepak takraw adalah permainan sepak raga yang telah dimodivikasi untuk dijadikan sebuah permianan yang kompetitif. Sepak raga sebagai dasar permainan sepak takraw adalah olahraga permainan tradisional Indonesia dimainkan oleh 6 – 7 orang secara melingkar.

Pada periode 1945 – 1986 ada kecendrungan pada periode ini sepak raga lebih digairahkan beberapa propinsi di SULSEL dan beberapa daerah di Sumatra tetap terpelihara. Pada tahun 1970 datang rombongan pemain sepakrakraw dari Malaysia dan beberapa bulan kemudian datang dari Singapura memperkenalkan sepak raga jaring.


Pemerintah dalam hal ini Ditjen Olahraga yang dipimpin oleh Mayjen Supardi, mengembangkan sepaktakraw dengan cikal bakal sepak raga. Pada tanggal 16 Maret 1970 didirikan organisasi Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PERSERASI) dengan Ketua Umum Drs. Moh. Yunus Akbar, dan pada tangal 6-8 Oktober diadakan kongres I semacam munas yang dihadiri 24 PEMDA.

Pada periode tahun 1987 salah satu putusan Kongres I 1986 ialah pemilihan pengurus besar yang baru yaitu Ir. H. Marjoeni. Dengan hasil keputusan antara lain adalah dirubahnya sebutan “Sepak raga” menjadi “Sepaktakraw”.
Sejak berkembangnya media cetak dan elektronika, kegiatan olahraga sepaktakraw menjadi suatu perhatian yang serius. Kaum tua mulai mengenang kembali pola sepak raga yang pernah ditekuninya. Di beberapa kabupaten di Propinsi NTB mulai mencoba bermain sekalipun dengan peralatan yang sangat sederhana.

Memperhatikan kenyataan tersebut, Koni Propinsi NTB mengambil inisiatif dengan menyelenggarakan Penataran Pelatihan pada tanggal 22 April 1983 sampai tangal 2 Mei 1983 dengan peserta 20 orang dari jajaran Kanwil Depdikbud propinsi NTB, yaitu para guru olahraga dan tenaga keolahragaan fungsional.

Penanggung jawab kurikulum penataran tersebut adalah Drs. A Hamidsyah Nur dari Universitas 11 Maret Surakarta, dan sebagai penanggung jawab tekhnis persepak-takrawan baik teori maupun praktiknya adalah Drs. Alwi Cae dari Ujung Pandang (pelatih nasional team sepaktakraw Indonesia).

Penutupan penatara tersebut bertepatan dengan Hardiknas 1983, maka pada upacara tersebut secara simbolis ke 20 tenaga hasil penataran tersebut diserahkan kepada Kepala Kanwil Depdikcut Propinsi NTB guna dibina dan dikembangkan lebih lanjut.

Hasil penataran tersebut merupakan embrio penggerak untuk pembibitan. Selanjutnya dilaksanakan penataran pelatih untuk pulau Lombok bertempat di SKB Selong dan untuk pulau Sumbawa bertempat di SKB Alas dengan jumlah peserta masing-masing 23 orang. Dengan adanya pelatih tersebut ke 7 SKB di NTB dalam kegiatan rutinnya antara lain mencantumkan latihan pembina sepaktakraw guna diterapkan dalam program desa binaan.

Memperhatikan jumlah club baik club putra maupun club wanita serta persaingan yang ketat maka persepaktakrawan NTB mempunyai masa depan yang cukup cerah. Telbih lagi dengan adanya kelas olahraga di SMP di setiap Kabupaten se NTB, dengan sendirinya kurikulum olahraga sepaktakraw segera diterapkan.

B. Pengertian Sepaktakraw

Sepaktakraw berasal dari dua kata yaitu sepak dan takraw. “Sepak” berarti gerakan menyepak sesuatu dengan kaki, dengan cara mengayunkan kaki di depan atau ke sisi (Depdikbud, 1995). Sedangkan “Takraw” berarti bola atau barang bulat yang terbuat dari anyaman rotan (Depdikbud, 1992). Jadi sepaktakraw adalah sepak raga yang telah dimodifikasikan untuk menjadikannya sebagai suatu permainan yang kompetitif. Sedangkan menurut ahli lain mengatakan sepaktakraw adalah menyepak bola dengan samping kaki, sisi kaki bagian dalam atau bagian luar kaki yang terdiri dari tiga orang pemain (Sanafiah, 1992).
C.    Peraturan Permainan Sepaktakraw

1.    Lapangan
  • Lapangan Sepaktakraw seukuran dengan lapangan Badminton yaitu : 13,40 m x 6,10 m
  • Sepaktakraw dapat dimainkan dalam gedung atau diluar gedung (apabila dimainkan didalam gedung maka tinggi loteng minimal 8 m dari lantai).
  • Keempat isi lapangan ditandai dengan cet atau lakban yang lebarnya          4 cm, diukur dari pinggir sebelah luar.
  • Areal bebas minimal 3 m dari garis luar lapangan bebas dari rintangan
  • Centre cirle yaitu garis tengah dengan lebar 2 cm.
  • Quarter circle yaitu garis seperempat lingkaran  dipojok garis tengah radius 90 cm diikur dari garis sebelah dalam.
  • The service circle adalah lingkaran service dengan radius 30 cm berada ditengah lapangan, jarak dari garis belakang 2,45 m dan jarak dari titik tengah garis lingkaran  kegaris tengah (Centre Line) 4,25m, jarak titik tengah lingkaran adalah 3,05m dari kiri dan kanan garis pinggir lapangan.
2.    Ukuran Tiang Net
  • Putra: Tinggi net 1,55m dipinggir dan minimal 1,52 di bagian tengah.
  • Putri: Tinggi net 1,45m dipinggir dan minimal 1,42 di bagian tengah.
  • Kedudukan tiang 30cm diluar garis pinggir
3.    Jaring atau Net
  • Net terbuat dari tali atau benang kuat atau nilon, dimana tiap lubangnya lebar 6 – 8 cm.
  • Lebar net 70 cm dengan panjang 6,10 m.
4.    Bola Takraw
Terbuat dari plastik dimana awalnya adalah terbuat dari rotan, dengan ukuran :
  • Lingkaran 42-44 cm untuk putra dan 43-45 cm untuk putri.
  • Berat adalah 170-180 gr untuk putra dan 150-160 untuk putri.
5.    Pemain-pemain
  • Permainan ini dimainkan oleh 2 (dua) “Regu” masing-masing regu terdiri dari 3 (tiga) orang pemain dan disetiap regu dilengkapi oleh 1 (satu) orang pemain cadangan.
  • 1 (satu) dari tiga pemain diposisi belakang disebut back atau “Tekong” sebagai penyepak mula untuk memulai permainan.
  • Dua orang berada didepan yang berada pada sebelah kiri tekong  disebut “Apit kiri” dan yang berada pada sebelah kanan tekong  disebut “Apit kanan”.
6.    Kesalahan-kesalahan
a.    Kesalahan Pihak Penyepak Bola
  • Apabila sebagai pelambung masih memainkan bola, melemparkan bola pada teman sendiri, memantulkan, melempar dan menangkap lagi setelah wasit menyebut posisi angka.
  • Apabila mengangkat kaki, menginjak garis, menyentuh atau melewati garis bawah net ketika melakukan lambung bola.
  • Tekong melompat saat melakukan service, kaki tumpuan tidak berada dalam lingkaran atau menginjank garis lingkaran servis.
  • Tekong tidak menyepak bola yang dilambungkan kepadanya.
  • Bola menyetuh salah seorang pemain sendiri sebelum bola melewati net.
  • Bola jatuh diluar lapangan.
  • Bola tidak melewati net.
b.    Kesalahan Pihak Penerima Service
Berusaha mengalihkan perhatian lawan seperti : (isyarat tangan, menggertak, bersuara keras  atau membuat keributan).
c.    Kesalahan kedua Pihak
  • Ada pemain yang mengambil bola dilapangan lawan.
  • Menginjak dan melewati satu telapak kaki garis tengah.
  • Ada pemain yang melewati lapangan lawan, walaupun diatas atau dibawah net kecuali pada saat ”The Follow Trugh Ball”
  • Memainkan bola lebih dari tiga kali.
  • Bola mengenai tangan.
  • Menahan atau menjepit bola antara lengan dan badan atau antara dua kaki dengan bola.
  • Bola mengenai loteng atau pembetas lainnya.
7.    Sistem perhitungan angka
  • Apabila penerima servis melakukan ksesalahan otomatis akan memperoleh angka sekaligus melakukan sepak mula lagi bagi penyepak mula.
  • Angka kemenangan setiap set maksimum 21 angka, kecuali pada saat posisi angka 20-20, pemenang akan ditentukan pada saat selisih dua angka sampai batas akhir 25 poin, ketika 20-20 wasit utama menyerukan batas angka 25 poin.
  • Memberikan kesempatan istirahat 2 menit masing-masing pada akhir  set pertama atau kedua termasuk Tie Break.
  • Apabila masing-masing regu memnangkan satu set, maka pemain akan dilanjutkan dengan set “Tie Break” dengan 15 poin kecuali pada posis 14-14, pemenang akan ditentukan pada selisih dua angka sampai batas akhirnya angka 17.
  • Sistem perhitungan angka menggunakan Relly Poin
  • Pergantian pemain
  1. Setiap “Regu” hanya dapat melakukan 1 (satu) kali pergantian pemain dalam satu pertandingan.
  2. Pergantian pemain diperbolehkan setiap saat ketika bola mati melalui tim menejer atau pelatih yang disetujui oleh official atau petugas pertandingan.
  3. Setiap regu dapat menominasikan maximum dua orang cadangan tetapi hanya bolah melakukan pergantian pemain kali.
  4. Pemain yang mendapat kartu merah dapat diganti dengan ketentuan belum ada pergantian pemain sebelumnya.
8.    Posisi pemain pada saat service
  • Sebelum permainan dimulai, kedua regu harus berada dilapangan masing-masing dalam posisi siap bermain.
  • Dalam melakukan sepak mula, salah satu kaki tekong berada dalam garis lingkaran service.
  • Kedua apit kita melakukan servis harus berada pada seperempat lingkaran.
  • Lawan atau regu penerima servis bebas bergerak didalam lapangan sendiri.
9.    Official (petugas pertandingan)
Sutu pertandingan harus dipimpin technikal sebagai berikut :
  • 2 orang Technical Delegotate
  • 6 orang juri (dewan hakim)
  • 1 orang Official Refree
  • 2 orang wasit (wasit utama dan wasit dua)
  • 6 orang penjaga garis samping dan belakang
10.    Pinalty (hukuman)
Pemain yang menggar peraturan ini akan dikenakan sangsi atau hukuman pernyataan dari wasit apabila :
  • Memperlihatkan sikap tidak sopan kepada pemain atau penonton juga pada wasit atas keputusan yang diambil.
  • Menghubungi wasit yang bertugas dengan keras mengenai suatu keputusan yang diambil.
  • Meninggakan lapangan permainan tanpa permisi kepada wasit yang memimpin pertandingan.
  • Memberikan bola kepada pihak lawan dengan menggunakan kaki atau melemparkannya dengan keras.
  • Berkelakuan tidak sopan selama permainan.
11.    Apabila hal tersebut dilanggar oleh seseorang pemain maka wasit menggunakan kartu sebagai berikut:
1.1.    Kartu Kuning
Sebagai tanda peringatan seorang pemain yang melakukan pelanggaran terhadap tata tertib seperti yang diatas.
1.2.    Kartu Merah
  • Apabila pemain telah menerima kartu kuning pada pertandingan yang sama.
  • Sikap kasar dan tidak sopan seperti memukul, menendang, meludah dan lain-lain.
  • Menggunakan kata-kata kotor atau mencaci maki.
D.    Rangka Dan Tungkai
1.    Rangka
Rangka adalah seluruh tulang-tulang pada manusia yang terbentuk oleh ± 200 b uah tulang yang membentuk tubuh yang disebut  rangka. Jadi rangka merupakan alat gerak pasif pada manusia. Kegunaan rangka pada manusi :
  • Memberikan bentuk pada tubuh
  • Melindungi alat-alat tubuh yang lunak atau vital seperti paru-paru, otak, alat percernaan dan lain-lain.
  • Tempat melekatnya otot-otot dan urat.
  • Untuk mengokohkan tubuh.
2.    Tungkai
Tungkai merupakan tulang-tulang anggota gerak bawah, tulang tungkai terdiri dari beberapa tulang kering yaitu : tulang betis, tulang tempurung lutut, empat belas tulang pergelangan kaki (masing-masing 7 bauah), sepuluh tulang telapak kaki dan dua puluh delapan ruas jari kaki (masing-masing jari 3 ruas kecuali ibu jari kaki 2 ruas).

E.    Ketetapan Sasaran Servis
Ketetapan sasaran berarti benar atau tepat pada yang diuji atau sasaran dan servis adalah suatu teknik penyajian bola pertama untuk mengawali suatu permainan sesudah wasit menyatakan pertandingan sudah dimulai, jadi yang dim aksud dengan ketetapan sasaran servis pada penelitian ini adalah sasaran servis yang dilakukan secara akurat atau benar terhadap sasaran yang telah dibuat untuk pengambilan sample pada siswa putra kelas VIII Putra SLTP 3 Narmada.


F. Gambar Lapangan Sepak Takraw
Gambar lapangan Sepaktakraw untuk tes servis
Keterangan :

A.    : Lingkaran untuk melakukan sepak mula (servis) oleh tekong
B.    : Lingkaran untuk apit kanan
C.    : Lingkaran untuk apit kiri
D.    : Kolom nilai ketepatan sasaran servis

Pada gambar di atas adalah proses evaluasi hasil tes siswa karena membutuhkan data yang akurat dan obyektif, dalam proses pembelajaran tes dan pengukuran merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan, tes merupakan alat yang digunakan untuk memperoleh informasi atau data dari suatu objek yang akan teliti.

Jedi tes adalah merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan atau mengetahui sesuatu yang akan diteliti dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan Suharsimi (1995:51)
Sumber : http://guru-penjasorkes.blogspot.com
Semoga bermanfaat.