Jumat, 22 November 2013

Kapan waktu yang tepat untuk memanen benang sutera?

Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, sebagian melewati fase pupa, dan berakhir sebagai imago atau dewasa.

Apakah yang dimaksud dengan Imago?

Imago adalah fase dewasa dari serangga pada metamorfosis. Pada kupu-kupu misalnya, dari telur lalu berubah menjadi larva atau nimfa (ulat), kemudian melewati fase pupa atau kepompong. Setelah melewati fase tersebut, maka kupu-kupu siap menjadi imago atau kupu-kupu dewasa.

Pada ulat sutera, masa yang tepat untuk mengambil kepompong atau memanen benang sutera adalah pada fase pupa atau kepompong. Ulat yang tadinya telah cukup umur, di naikkan ke dalam wadah yang telah di sediakan, nantinya di wadah tersebut ulat akan berubah menjadi kepompong (rumah larva) setelah kurang lebih 4-5 hari, waktu yang di tentukan memang harus tepat, agar kepompong tidak merubah diri menjadi seekor kupu-kupu, tiba saatnya memanen kepompong tersebut, kemudian di pintal lagi hingga menjadi benang. Setelah itu benang tersebut akan di rebus hingga matang lalu diwarnai dan dikeringkan. Setelah melalui proses yang panjang, benang akan ditenun dan dijadikan sebuah kain sutra dengan motif yang berbeda-beda. 

Semoga bermanfaat.
Sumber : Berbagai sumber

Senin, 18 November 2013

Download Video Senam Pramuka

Senam Pramuka memang biasa digunakan sebagai salah satu senam yang dipakai pada saat jam olahraga, terutama pastinya pada saat kegiatan perkemahan.  Buat kalian yang ingin download video senam pramuka ini, berikut kami berikan link-nya.

Bisa di download disini.

Semoga bermanfaat.

Jumat, 15 November 2013

Gunung Es Sebesar Negara Singapura Mangancam


Sebuah gunung es besar yang telah pecah dari Gletser Antartika pada bulan Juli lalu sekarang bergerak menuju lautan terbuka. Dan tentu saja bisa menimbulkan ancaman bagi jalur pelayaran. Para peneliti melaporkan, ukuran gunung es tersebut diperkirakan berukuran sekitar 270 mil persegi ( 700 kilometer persegi ), kira-kira sama besarnya dengan ukuran bangsa Singapura atau dua kali ukuran kota Atlanta. Gilaa.. gede amaat..

"Sebuah gunung es yang sangat besar yang ukurannya bisa bertahan selama satu tahun atau lebih. Dan gunung es itu bisa mengambang menjauhi utara dan berakhir di sekitar jalur pelayaran dunia di Samudra Selatan," menurut Robert Marsh, seorang ilmuwan di University of Southampton Inggris, dalam sebuah siaran pers pekan ini.

Marsh adalah bagian dari sebuah tim ilmuwan yang telah diberikan tugas darurat untuk melacak gunung es dan memprediksi jalurnya, sehingga kapal yang bepergian melalui area tersebut dapat diperingatkan terlebih dahulu.

Para peneliti di Alfred Wegener Institute yang menggunakan gambar dari satelit TerraSAR - X milik Badan Antariksa Jerman, melaporkan bahwa pada bulan Juli lalu gunung es itu terpisah dari Gletser Antartika Pine Island. Penelitian mengenai pecahan gunung es raksasa tersebut telah dilakukan dengan proses yang panjang. Pecahan pertama yang dihasilkan itu pertama kali dilihat oleh pesawat NASA pada Oktober 2011. Para peneliti mengatakan ini akan menjadi pertama kalinya bagi kami untuk melacak jalur gunung es besar, sesuatu yang akan menjadi lebih penting sebagai efek dari peningkatan pemanasan global.


Sumber : CNN

Kamis, 14 November 2013

Penipuan Modus Baru, Penipuan Kepada Guru Mengatas Namakan Kepala Sekolah. Hati-hati!

Penipuan akhir-akhir ini semakin marak saja. Setelah beberapa waktu lalu tersebar sms mama, lalu telepon tilang, dan kini penipuan mulai merambah dunia pendidikan. Modus penipuan ini mungkin mengambil data dari data-data Departemen Pendidikan atau bisa jadi data-data dari aplikasi data sekolah. Karena yang terkena dampak modus penipuan ini tidak lain adalah sms dari kepala sekolah kepada guru-gurunya.

Beberapa hari yang lalu, kami pun sempat merasakan dampak dari semakin parahnya modus-modus penipuan sekarang ini. Beberapa guru mendapatkan sms mengatas namakan kepala sekolah kami, dengan modus akan diadakannya seminar di Bali. Setelah itu, yang bersangkutan diharapkan menelepon ketua panitia penyelenggara yang mengatas namakan Dirjen Pendidikan Menengah, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie. Berikut kami lampirkan bunyi sms pelaku penipuan :

Selamat Sore Saya.*****. (Kepala Sekolah.SMK Darma Bakti) Anda diundang untuk menghadiri seminar "peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Guru dari Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD.Tgl. 16-17 Nov 2013 di Hotel Nusa Dua Bali Yth.Purnomo. (No.Peserta Anda. 5272547) (Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD,  Rp.5.jt/peserta) Untuk Menerima Dana Transportasi & Akomodasi, Sekarang Anda bisa Langsung Menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara Bapak. Prof.Dr.Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. (Dirjen Pendidikan Menengah) di No Hp Beliau. 081527676767. Undangannya baru kami terima dari KEMDIKBUD bisa diambil hari Rabu diruangan saya,Maaf baru sempat sms kebetulan ada acara keluarga di luar kota. Terimakasih.

Hmmm...semakin hari semakin pintar saja ya modus yang dipakai oleh para penipu ini. Maka bagi anda sekalian yang berprofesi sebagai guru, hati-hati bila menerima sms tersebut. Karena memang berdasarkan pengalaman kami, si pelaku akan mengetahui nama dan nomor anda dengan jelas. Sehingga kadang membuat penerima sms percaya. 


Semoga Bermanfaat.

Peribahasa Bahasa Indonesia

Ada Gula Ada Semut
Di dalam pelajaran bahasa Indonesia, banyak sekali terdapat peribahasa. Peribahasa-peribahasa ini sering dipakai dalam percakapan sehari-hari dan juga ada di dalam soal ujian. Berikut adalah beberapa peribahasa yang bisa kami kumpulkan.

Kepribadian Manusia :

  1. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga. Artinya Sifat-sifat anak biasanya menurun dari sifat orangtuanya.
  2. Seperti lebah, mulut bawa madu, pantat bawa sengat. Artinya Berwajah rupawan namun perilakunya jahat.
  3. Putih kapas dapat dibuat, putih hati berkeadaan. Artinya Kebaikan hati yang bisa dilihat dari tingkah lakunya.
  4. Bagai air di daun talas. Artinya Ketidakcocokan antara dua orang, seperti air yang ditaruh diatas daun talas akan terpisah.
  5. Air tenang menghanyutkan. Artinya orang yang kelihatannya pendiam, namun ternyata banyak menyimpan ilmu pengetahuan dalam pikirannya.
  6. Tong kosong nyaring bunyinya. Artinya Orang sombong dan banyak bicara biasanya tidak berilmu.
  7. Tong penuh tidak berguncang, tong setengah yang berguncang. Artinya Orang yang berilmu tidak akan banyak bicara, tetapi orang bodoh biasanya banyak bicara seolah-olah tahu banyak hal.
  8. Air beriak tanda tak dalam. Artinya orang yang banyak bicara biasanya tidak banyak ilmunya.
  9. Lain di bibir lain di hati. Artinya Perkataan yang tidak sesuai dengan kata hatinya, tidak jujur.
  10. Nasi tak dingin, pinggan tak retak. Artinya Orang selalu mengerjakan sesuatu dengan hati-hati.
  11. Lubuk akal tepian ilmu. Artinya Seseorang yang dikenal memiliki banyak ilmu pengetahuan.
  12. Seludang menolak mayang. Artinya Sebutan untuk orang sombong dan melupakan orang lain yang telah berjasa dalam hidupnya.
  13. Pangsa menunjukkan bangsa, umpama durian. Artinya Kita bisa melihat perangai seseorang melalui tutur katanya.
  14. Sekali jalan terkena, dua kali jalan tahu, tiga kali jalan jera. Artinya Bagaimanapun bodohnya seseorang, jika sekali tertipu, tak akan mau tertipu lagi untuk kedua kalinya.
  15. Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh? Artinya Adakah dari mulut orang yang baik keluar perkataan-perkataan yang keji? 
  16. Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbahan. Artinya Tabiat yang turun temurun, sukar sekali mengubahnya. 
  17. Ada aku dipandang hadap, tiada aku dipandang belakang.  Artinya Bila sedang berhadapan bermulut manis, tetapi bila berbelakang… lain perkataannya.


Sebab Akibat :

  1. Ada uang abang di sayang, tak ada uang abang ditendang. Artinya hanya mau bersama disaat senang saja tetapi tidak mau tahu disaat sedang susah.
  2. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Artinya setiap orang yang sudah meninggal pasti akan dikenang sesuai dengan perbuatannya di dunia.
  3. Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya kalah ataupun menang sama-sama menderita.
  4. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai-pandainya manusia, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga.
  5. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Artinya Karena kesalahan kecil, menghilangkan semua kebaikan yang telah diperbuat.
  6. Karena mata buta, karena hati mati. Artinya Menjadi celaka karena terlalu menuruti hawa nafsunya.
  7. Dibujuk ia menangis, ditendang ia tertawa. Artinya Mau bekerja dengan baik jika sudah mendapat teguran.
  8. Jika ditampar sekali kena denda emas, dua kali setampar emas pula, lebih baik ditampar betul-betul. Artinya Setiap perbuatan jahat itu sama saja akibatnya, meski besar ataupun kecil.
  9. Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi. Artinya Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya.
  10. Makan hati berulam rasa. Artinya Menderita karena perbuatan orang yang kita sayang.
  11. Luka sudah hilang parut tinggal juga. Artinya Setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir.
  12. Ada harga ada rupa. Artinya Harga suatu barang tentu disesuaikan dengan keadaan barang tersebut.
  13. Kalau dipanggil dia menyahut, kalau dilihat dia bersua. Artinya Bisa menyampaikan maksud dengan cara yang tepat.
  14. Tambah air tambah sagu. Artinya Tambah banyak permintaannya, bertambah pula biayanya. Bila bertambah anak, akan bertambah pula rezekinya. 
  15. Tertangguk pada ikan sama menguntungkan, tertanggung pada rangsang sama mengiraikan. Artinya Suka dan duka dijalani bersama. Keuntungan yang didapatkan dinikmati bersama-sama, kesusahan yang dialami diatasi bersama-sama juga.
  16. Sekali air pasang, sekali tepian beranjak; Sekali air di dalam, sekali pasir berubah. Setiap terjadi perubahan pimpinannya, berubah pula aturannya.
  17. Ada ubi ada talas, ada budi ada balas. Artinya Setiap perbuatan jahat pasti ada balasannya.

Permisalan :
  1. Besar pasak daripada tiang. Artinya lebih besar pengeluaran daripada pendapatan. Bisa juga diartikan orang yang tidak bisa mengatur keuangan.
  2. Ada gula ada semut. Artinya Setiap hal yang menarik, pasti diminati banyak orang.
  3. Bagai pungguk merindukan bulan. Artinya seseorang yang membayangkan atau menghayalkan sesuatu yang tidak mungkin.
  4. Bagai Makan Buah Simalakama. Artinya bagai seseorang yang dihadapkan pada dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih.
  5. Bagai kacang lupa akan kulitnya. Artinya Seseorang yang lupa akan asal-usulnya. Terutama seseorang yang berasal dari desa dan pergi ke kota, menjadi kaya atau memiliki jabatan tinggi, dan lupa daratan
  6. Bagai kambing di hela ke air. Artinya Orang yang sangat enggan melaksanakan pekerjaan yang disuruhkan kepadanya. 
  7. Bagai katak dalam tempurung. Artinya Orang yang wawasannya tidak terlalu luas. Ia tidak tahu situasi lain, selain di sekitar tempatnya berada saja.
  8. Bagaikan abu di atas tanggul. Artinya orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh.
  9. Ada Padang ada belalang, ada air ada pula ikan.Artinya Di mana pun berada pasti akan tersedia rezeki buat kita.
  10. Membagi sama adil, memotong sama panjang. Artinya jika membagi maupun memutuskan sesuatu hendaknya harus adil dan tidak berat sebelah.
  11. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
  12. Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Artinya Orang tua yang bersikap seperti anak muda, terutama dalam masalah percintaan.
  13. Bagaikan burung di dalam sangkar. Artinya Seseorang yang merasa hidupnya dikekang.
  14. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati tetap merasa tersiksa juga.
  15. Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan.
  16. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan.
  17. Barangsiapa menggali lubang, ia juga terperosok ke dalamnya. Artinya Bermaksud mencelakakan orang lain, tetapi dirinya juga ikut terkena celaka.
  18. Jauh di mata dekat di hati. Artinya Dua orang yang tetap merasa dekat meski tinggal berjauhan.
  19. Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul. Artinya Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya.
  20. Kalau tiada senapang, baik berjalan lapang. Artinya. Jika tidak bersenjata atau tidak bertenaga, sebaiknya mengalah.
  21. Di mana kayu bengkok, di sana musang mengintai. Artinya Orang yang sedang lengah mudah dimanfaatkan oleh musuhnya.
  22. Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja. Artinya Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan.
  23. Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu jatuh juga. Artinya Sepandai apapun manusia itu, suatu saat pasti pernah melakukan kesalahan juga. 
  24. Terbuat dari emas sekalipun, sangkar tetap sangkar juga. Artinya Meskipun hidup dalam kemewahan tetapi terkekang, hati pasti tetap merasa tersiksa juga.
  25.  Sakit sama mengaduh, luka sama mengeluh. Artinya Seiya sekata dalam semua keadaan. 
  26. Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Artinya Segala sesuatu dalam kehidupan bukan manusia yang menentukan. 
  27. Bagai bara dalam sekam. Artinya Perbuatan jahat yang tak tampak.
  28. Mencari umbut dalam batu. Artinya Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
  29. Bagai dirilis dengan sembilu. Artinya Suasana hati yang sangat pedih/ sakit hati teramat sangat. 

Nasehat :

  1. Sedap jangan ditelan, pahit jangan segera dimuntahkan. Artinya Berpikir baik-baik sebelum bertindak agar tidak kecewa.
  2. Untung bagaikan roda pedati, sekali ke bawah sekali ke atas. Artinya Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas.
  3. Lemak manis jangan ditelan, pahit jangan dimuntahkan. Artinya perundingan yang baik jangan disia-siakan, tetapi hendaknya dipikirkan secara dalam-dalam.
  4. Berguru kepalang ajar, bagai bunga kembang tak jadi. Artinya Menuntut ilmu hendaknya sepenuh hati dan tidak tanggung-tanggung agar mencapai hasil yang baik.
  5. Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri. Artinya Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang.
  6. Jangan disesar gunung berlari, hilang kabut tampaklah dia. Artinya Hal yang sudah pasti, kerjakanlah dengan sabar tidak perlu tergesa-gesa.
  7. Sehari selembar benar, setahun selembar kain. Artinya Suatu pekerjaan yang dilakukan dengan keyakinan dan kesabaran akan membuahkan hasil yang baik.
  8. Menghela lembu dengan tali, menghela manusia dengan kata. Artinya Segala pekerjaan harus dilakukan menurut tata cara aturannya masing-masing.
  9. Bagai hujan jatuh ke pasir.  Artinya Nasihat yang diberi tidak berbekas. Tidak ada guna berbuat baik kepada orang jahat.
  10. Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting. Artinya Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik.

Semoga bermanfaat.

Senin, 11 November 2013

Galeri Kegiatan Siswa - Refreshing ke Jakarta

Hari-hari melelahkan karena belajar memang menjemukan. Akhirnya pada hari Minggu, 10 November 2013 segenap siswa SMK Darma Bakti akhirnya sepakat menuju Kota Tua Jakarta dan Monas. Memang ada beberapa siswa yang tidak bisa ikut serta karena beberapa alasan, namun tidak menyurutkan minat kami. Berikut adalah beberapa foto-foto narsis kami..:)

Narsis di Shelter Busway

Upacara kecil buat para Veteran

Foto bareng Patung Orang di hari Pahlawan

Tulisan Belanda..ngerti nggak ya?


Just us..

Di depan stasiun Jakarta Kota nih

Niat banget foto bareng Bule..xixi..

Monas.. Monumen Nasional

Istirahat dulu deh..
Melelahkan, namun menyenangkan. Tidak lupa selalu kami beribadah kepada Allah di setiap kesempatan. Semoga bermanfaat.