Kamis, 14 November 2013

Penipuan Modus Baru, Penipuan Kepada Guru Mengatas Namakan Kepala Sekolah. Hati-hati!

Penipuan akhir-akhir ini semakin marak saja. Setelah beberapa waktu lalu tersebar sms mama, lalu telepon tilang, dan kini penipuan mulai merambah dunia pendidikan. Modus penipuan ini mungkin mengambil data dari data-data Departemen Pendidikan atau bisa jadi data-data dari aplikasi data sekolah. Karena yang terkena dampak modus penipuan ini tidak lain adalah sms dari kepala sekolah kepada guru-gurunya.

Beberapa hari yang lalu, kami pun sempat merasakan dampak dari semakin parahnya modus-modus penipuan sekarang ini. Beberapa guru mendapatkan sms mengatas namakan kepala sekolah kami, dengan modus akan diadakannya seminar di Bali. Setelah itu, yang bersangkutan diharapkan menelepon ketua panitia penyelenggara yang mengatas namakan Dirjen Pendidikan Menengah, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie. Berikut kami lampirkan bunyi sms pelaku penipuan :

Selamat Sore Saya.*****. (Kepala Sekolah.SMK Darma Bakti) Anda diundang untuk menghadiri seminar "peningkatan kualifikasi dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Guru dari Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD.Tgl. 16-17 Nov 2013 di Hotel Nusa Dua Bali Yth.Purnomo. (No.Peserta Anda. 5272547) (Biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh Ditjen DIKBUD KEMDIKBUD,  Rp.5.jt/peserta) Untuk Menerima Dana Transportasi & Akomodasi, Sekarang Anda bisa Langsung Menghubungi Ketua Panitia Penyelenggara Bapak. Prof.Dr.Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. (Dirjen Pendidikan Menengah) di No Hp Beliau. 081527676767. Undangannya baru kami terima dari KEMDIKBUD bisa diambil hari Rabu diruangan saya,Maaf baru sempat sms kebetulan ada acara keluarga di luar kota. Terimakasih.

Hmmm...semakin hari semakin pintar saja ya modus yang dipakai oleh para penipu ini. Maka bagi anda sekalian yang berprofesi sebagai guru, hati-hati bila menerima sms tersebut. Karena memang berdasarkan pengalaman kami, si pelaku akan mengetahui nama dan nomor anda dengan jelas. Sehingga kadang membuat penerima sms percaya. 


Semoga Bermanfaat.

2 komentar:

  1. Bisa dicari oknum penyebar berita ini & dibikin delik aduan utk pelanggaran UU ITE

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya memang harus sih...jangan sampai terus menjamur...

      Hapus