Rabu, 03 September 2014

Gunung Padang Layak Masuk Kurikulum Pendidikan Indonesia

Situs Gunung Padang merupakan situs prasejarah peninggalan kebudayaan Megalitikum di Jawa Barat. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur.Lokasi dapat dicapai 20 kilometer dari persimpangan kota kecamatan WarungKondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi. Luas kompleks "bangunan" kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m dpl, dan areal situs ini sekitar 3ha, menjadikannya sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Keberadaan situs megalithikum Gunung Padang, di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat, dinilai layak masuk kurikulum sekolah.

"Tidak menutup kemungkian banyak fakta berbagai bidang ilmu pengetahuan ditemukan di situs tersebut usai ekskavasi dan penelitian," kata Koordinator Sahabat Gunung Padang (SGP), Eko Wiwid, di Cianjur, Minggu.

Dia menjelaskan, situs Gunung Padang sudah layak masuk dalam kurikulum sekolah pada mata pelajaran sejarah, geologi atau geografi. Hal tersebut untuk lebih diketahui pelajar tentang potensi, sejarah, seni dan kebudayaan kehidupan orang-orang zaman dulu.

"Potensi situs itu seperti yang kita ketahui bahwa potensinya sangat luar biasa. Setelah terkuak peradabannya, diharapkan bisa masuk kurikulum sekolah," katanya.

Dia menjelaskan, keberadaan situs tersebut semakin banyak yang mengapresiasi, bahkan yang berkunjung tidak hanya dari kalangan ilmuwan, budayawan, seniman, sejarahwan, jurnalis, TNI serta masyarakat secara umum.

"Namun antusiasme soal keberadaan situs Gunung Padang itu datang dari kalangan kaum muda, mahasiswa dan pelajar," katanya.

Hal ini, menurut dia, terlihat saat pihaknya dan relawan SGP melakukan dialog langsung dengan pengunjung di lokasi situs setiap hari libur sekolah. Ternyata banyak kalangan muda dari mahasiswa luar kota, bahkan luar negeri datang ke lokasi situs terbesar dan tertua di dunia itu.

"Pengunjung yang datang ke Gunung Padang, terus mengalami peningkatan, baik peningkatan dari jumlah atau kuantitas pengunjung," katanya.

Selain itu, ungkap Eko, ada peningkatan jenis varian wisatawan, seperti wisatawan mancanegara, wisatawan dari luar Jabar serta luar pulau jawa seperti dari Bali, Sulawesi, Sumatra dan beberapa daerah lainya.

"Selain adanya peningkatan varian jumlah dan wisatawan asal negara atau daerah. Terjadi peningkatan dari kalangan pelajar dan mahasiswa," katanya.

Sebelumnya ucap dia, Gunung Padang hanya diketahui beberapa kalangan tertentu seperti orang-orang yang niat berziarah atau wisata relegi.

"Dengan ada peningkatan jumlah dan varian wisatawan seperti ini, dengan adanya penelitian situs Gunung Padang yang dilakukan TTRM, mempunyai dampak posutif yang lur biasa," katanya.

Dia menambahkan, hal itu dibuktikan dengan di link-link internet dari 2011, banyak informasi soal Gunung Padang diakses penguna internet dengan jumlah rating hingga jutaan orang


Sumber : Antaranews.com

0 komentar:

Posting Komentar