Selasa, 19 Desember 2017

Cileungsi - Kegiatan classmeeting adalah kegiatan yang diadakan setelah melaksanakan kegiatan Ujian yang melelahkan. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan mengisi waktu kosong setelah ujian, dimana biasanya guru-guru sibuk mengolah nilai sehingga tidak masuk ke dalam kelas dan hanya memberikan remedial untuk beberapa mata pelajaran. Selain itu ajang ini juga digunakan sebagai wadah bagi para siswa yang memiliki keahlian pada suatu bidang.

Pada kesempatan kali ini, classmeeting diadakan juga antara SMK-SMK dalam satu korwil. Perlombaan pun diadakan di SMK Muhammadiyah 1 sebagai pusat korwil dan Metropolitan Futsal yang berada di Perumahan  Metland Cileungsi. SMK Darma Bakti mengirimkan wakilnya kali ini pada perlombaan Futsal dan Voli. Alhamdulillah tim voli SMK Darma Bakti mendapat medali perunggu alias peringkat ke-3. Sedangkan tim futsal harus rela mendapat peringkat ke-4. Namun itu adalah sebuah hasil yang luar biasa. Semoga pada kesempatan lainnya kamu bisa meraih hasil yang lebih baik. 

NB: Admin lupa fotonya kehapus, jadi belum diupload disini. Tapi sudah ada di Instagram kami. Follow Instagram SMK Darma Bakti: @smk_darmabakti 

Sabtu, 09 Desember 2017

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyebut Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu perombakan besar karena sistem pendidikannya cenderung masih normatif.
"Di SMK sendiri perlu perombakan besar karena guru di SMK kita 80 persen itu guru normatif, harusnya skill, latih anak kita untuk memperkuat skill mereka. Misalnya guru PPKn, Bahasa Indonesia, apalagi yang normatif? Agama," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2017 di Jakarta Convention Center (JCC), baru-baru ini.Pelajaran-pelajaran tersebut, kata dia, bukan tidak perlu, tetapi di SMK semestinya guru-gurunya mampu meng-upgrade skill para siswanya.
Ia mengakui hal itu perlu waktu tetapi pendidikan di Indonesia ke depan harus berubah total karena tantangan juga sudah berubah.
"Mestinya anak-anak kita dihadapkan pada tantangan yang ada bukan rutinitas ini terus, saya kira Mendikbud harus mulai mengubah itu. based learning bagaimana mencari solusi bukan hafalan lagi karena dunia berubah," katanya.

Presiden sendiri menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia dalam hal pendidikan terutama pendidikan vokasi kejuruan, training vokasi, dan politeknik.
"Tiga hal ini harus kita kerjakan dalam waktu singkat, kita tidak punya waktu lagi," katanya.
Untuk itu ia mengakui perombakan memang harus dilakukan secara besar-besaran.
Sebab ia mengatakan sampai saat ini sebanyak lebih dari 60 persen tenaga kerja di Indonesia masih lulusan SD-SMP.
"Sebuah langkah besar kalau mau upgrade pake apa? Ya vokasi politeknik," katanya.

Sumber : Okezone News