Kamis, 05 April 2018

SMK Darma Bakti Diminati Calon Peserta Didik Baru

Bogor - Tahun Pelajaran baru memang masih bulan Juli. Namun bagi siswa kelas 9 (sembilan) SMP, mereka sudah mulai mencari perahu selanjutnya yang akan ditumpangi nanti untuk mencapai tujuan, menentukan arah mana yang akan mereka tuju. Jangan sampai salah menaiki perahu, bila salah maka tak bisa kembali. Maka dari itu sebagian besar siswa kelas 9 sudah mulai berdatangan dan bertanya-tanya ke sekolah yang mereka mungkin minati. 

Begitu pula di SMK Darma Bakti. Sejak dibuka pendaftaran di bulan Februari lalu, sudah lebih dari 200 orang tamu yang berkunjung untuk bertanya-tanya, dan sebagian besar mendaftar. "Alhamdulillah kurang lebih 140 peserta didik yang mendaftar sampai hari ini". Jawaban Bapak Nizar Kamal, S.T. selaku ketua PPDB ketika ditanyakan jumlah pendaftar yang sudah mendaftar di SMK Darma Bakti gelombang 1.



Pendaftaran di SMK Darma Bakti memang dibuat 3 gelombang, dengan nominal biaya yang sangat terjangkau di gelombang 1 yang hanya Rp. 900.000,-. "Jadi siswa-siswi yang memang niat masuk SMK Darma Bakti, mereka semua masuk di gelombang 1" Lanjut pak Nizar lagi. Gelombang 1 akan berakhir akhir April ini, dan dilanjut kepada gelombang 2 dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli.

SMK sekarang ini memang sangat dinikmati oleh para calon peserta didik baru. Karena mereka juga diajarkan keterampilan lain selain mata pelajaran umum. Jumlah SMK semakin tahun pun semakin bertambah. Semoga dunia pendidikan di Indonesia ini semakin maju. Aamiin.

Semoga bermanfaat.

Rabu, 04 April 2018

Menghadapi Bullying di Sekolah

Bogor - Bullying sedang menjadi perhatian pemerintah sekarang ini. Baru-baru ini bintang sepakbola terkenal David Beckham datang berkunjung ke Indonesia sebagai perwakilan dari UNICEF. Kedatangan David Beckham secara diam-diam ini untuk menyuarakan Anti-Bullying.

David Beckham foto bersama Sripun dan siswi-siswi SMPN 7 Semarang

Mantan bintang Machester United yang pernah membawa MU mendapatkan Treble Winner itu mengunggah foto bersama Sripun, siswa SMPN 7 Semarang. 

"Remaja. Inspirasi. Pembuat perubahan. Saya sangat bahagia Anda semua memiliki kesempatan bertemu Sripun, 15 tahun. Bersama saya untuk melihat pekerjaan luar biasa yang ia lakukan untuk mengatasi kekerasan di sekolahnya,"

"Dia menghadapi gangguan di sekolah dan merasa dikucilkan oleh teman-temannya. Namun Sripun tetap fokus mendukung orang lain dalam melalui masa-masa sulit," lewat unggahan yang ia tulis pada Rabu (28/3/2018).

"Dia (Sripun) dinominasikan oleh rekan-rekannya untuk menjadi agen perubahan dan sekarang mengilhami orang lain untuk menghentikan bullying sehingga siswa dapat merasa aman untuk belajar," papar Beckham yang menyertai tagar #Endviolence dalam keterangan fotonya.

Bullying di sekolah memang masih sering terjadi. Biasanya terjadi karena kurangnya rasa toleransi, simpati dan empati seseorang akan orang lain. Karena mereka belum faham bahwa setiap orang tidak terlahir sama. Atau bisa jadi mereka pernah mendapatkan kekerasan di rumah.

Berikut ini adalah beberapa sebab bullying bisa terjadi di sekolah:
1. Kurang perhatian dari orang sekitar
2. Pernah jadi korban kekerasan
3. Sering berkelahi
4. Menirukan kekerasan di film atau game
5. Ingin berkuasa
6. Pola asuh dalam keluarga
7. Faktor pubertas dan krisis identitas

Memang cara yang tepat menangani bullying adalah melalui pendidikan secara keseluruhan. Orang tua, lingkungan dan guru bahkan pemerintah ikut bertanggung jawab akan hal ini. Bullying biasa terjadi di sekolah dimulai sejak mereka berumur kurang lebih 10 tahun. Namun seharusnya hal ini bisa diredam jika guru dan orang tua waspada. Bila ada laporan tentang si anak, maka harus langsung ditanggapi. Dan yang paling penting adalah diberikan ilmu agama yang disertai dengan tarbiyah-nya. 

Yang paling sulit adalah ketika anak sudah lepas dari Sekolah Dasar. Karena cenderung sekolah diajar oleh guru yang berbeda-beda dan sangat sedikit sekali waktu untuk BK dan wali kelas untuk memberikan pendidikan tersebut. Peran guru agama juga sangat penting di masa ini. Di SMP, SMA atau SMK guru cenderung hanya mengajar dan tidak ikut mendidik. Banyak guru yang masa bodoh dengan kondisi anak, karena itu bukan tugasnya. Meskipun banyak juga guru yang sangat peduli dan dekat dengan anak, tetapi persentasenya lebih kecil.

Intinya adalah peran guru di sekolah sangat penting. Seorang guru harus menjadi sosok yang dicintai siswa-siswanya, dirindukan dan menjadi bapak sekaligus teman curhat bagi anak. Agar tidak ada lagi anak yang merasa di rumah tidak diperhatikan, di sekolah juga tak ada yang perduli. Jangan bosan-bosan guru memberikan arahan dan wejangan. Lalu dibantu peran orang tua serta lingkungan. 

Semoga bermanfaat!

Diam itu Emas

Bogor - Akhir-akhir ini banyak sekali masyarakat bahkan tokoh masyarakat yang berbicara sebelum berpikir. Mengeluarkan ucapan tanpa dipikirkan terlebih dahulu apa maksud dan imbasnya bagi masyarakat luas. Banyak sekali pernyataan atau postingan di media sosial yang masuk ke dalam kategori penistaan. Yang masih baru adalah puisi dari ibu Sukmawati.
Dalam agama Islam, sangat disarankan untuk diam. Diam itu lebih baik daripada salah bicara.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 6474) dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”
Yang dimaksud dengan “sesuatu yang ada di antara dua janggutnya” adalah mulut, sedangkan “sesuatu yang ada di antara dua kakinya” adalah kemaluan.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Apalagi bila kita masih minim dalam suatu ilmu, jangan bicara tanpa kita mengetahui dasar atau hukumnya terlebih dahulu. Bila memang berbeda pendapat, lebih baik diam. Jangan sampai malah nanti menimbulkan masalah. 
Wallahu a'lam bisshowab.

Tantangan Besar Dunia Pendidikan Nanti


Jakarta - Pemerintah berkomitmen untuk mengalokasikan 20 persen dari anggaran belanja untuk pendidikan. Hal ini bertujuan ‎agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ‎tahun ini anggaran pendidikan mencapai Rp 444 triliun, anggaran tersebut terus meningkat setiap tahun. Dia menyebutkan, tahun lalu anggaran pendidikan masih sebesar Rp 426 triliun.

"Bila bicara pendidikan harus mengalokasikan 20 persen belanja negara harus untuk belanja pendidikan, dalam anggaran kita tahun ini 20 persen atau Rp 444 triliun," kata Sri Mulyani, saat menghadiri Learning Innovation Summit 2018, di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Alokasi anggaran yang besar tidak membuat permasalahan sektor pendidikan langsung selesai. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai sebanyak 250 juta, sebanyak 75 juta di antaranya adalah penduduk usia sekolah.

Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk meningkatkan kualitas aset Indonesia yang sangat penting, menjadi sumber daya manusia yang lebih baik, kreatif dan produktif.

"Ini magnitude bagaimana tantangan strategi membangun aset di Indonesia, yaitu manusia akan jadi lebih baik, kreatif produktif dan cerdas apabila punya pendidikan," tutur Sri Mulyani.

Menkeu Sri Mulyani menghadiri penandatangan perjanjian Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika dan PT Inalium tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia di Kementrian Keuangan Jakarta, Jumat (12/2). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menkeu Sri Mulyani menghadiri penandatangan perjanjian Pemerintah Pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika dan PT Inalium tentang Pengambilan Saham Divestasi PT Freeport Indonesia di Kementrian Keuangan Jakarta, Jumat (12/2). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sri Mulyani melanjutkan, tantangan berikutnya adalah perkembangan teknologi yang berubah cepat. Kondisi ini membuat dunia pendidikan harus lebih peka untuk menyikapinya. Jika tida‎k, maka sumber daya manusia Indonesia akan jauh tertinggal.

"Kita sibuk memperbaiki kualitas, proses, manajemen dan hasil pendidikan, tetapi kita dihadapkan oleh dunia yang berubah cepat, teknologi berubah cepat,‎" tuturnya.

Dia pun menginginkan, sektor pendidikan dengan anggaran yang besar dapat membuahkan hasil yang baik. Karena biasanya hal yang diraih tanpa kerja keras akan memunculkan hasil yang tidak baik.

"Kualitas belanja pendidikan yang baik, maka sektor pendidikan tidak perlu bekerja keras karena sudah dapat jatah, beda sektor lain kesehatan, jalan raya listrik, irigasi, perdagangan penting industri penting, semua penting, tapi semua itu harus buat program yang baik untuk dapat anggaran, manusia biasanya dalam kemudahan dapat anggaran akan memunculkan upaya tidak menghasilkan terbaik," tandasnya.

Sumber : Liputan6.com

Selasa, 03 April 2018

Soal UN Menggunakan Instrument HOTS

JAKARTA -- Untuk meningkatkan kualitas soal Ujian Nasional(UN), pada tahun 2018 ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai memasukan soal-soal yang disusun dengan instrumen Higher Order Thinking Skill (HOTS). Mendikbud Muhadjir Effendy ingin sedikit demi sedikit, siswa lulusan sekolah menengah bisa memiliki kemampuan yang menjadi standar hingga tahun 2025.
"Tahun ini untuk meningkatkan kualitas soal UN, dengan memasukkan secara bertahap HOTS itu yang menjadi standar sampai tahun 2025," kata Muhadjir di Jakarta, Senin (2/4).
Dengan memasukkan soal-soal yang mengacu pada instrumen HOTS, dia juga berharap mampu mendeteksi secara akurat kemampuan setiap siswa dan siswi di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga target pemerintah yang menjadikan UN sebagai ajang evaluasi pendidikan, akan semakin bisa dipertanggungjawabkan.
"Tapi kalaupun misal terjadi temuan selama UN ini, kita dapat menjadikannya dasar untuk melakukan perbaikan. Terutama di daerah yang wilayahnya masih terbilang pelosok," jelas Muhadjir.
Selain itu, lanjut Muhadjir, soal UN yang disusun dengan instrumen HOTS tersebut juga melibatkan guru, dan pihak sekolah. Maka secara tidak langsung, guru-guru pun telah dibekali ilmu dan pelatihan ketika memproduksi soal tersebut.
Semoga kegiatan Ujian Nasional yang akan datang semakin baik. Aamiin.
#beritaun #ujiannasional #UNBK #SMKDARMABAKTI