Rabu, 04 April 2018

Diam itu Emas

Bogor - Akhir-akhir ini banyak sekali masyarakat bahkan tokoh masyarakat yang berbicara sebelum berpikir. Mengeluarkan ucapan tanpa dipikirkan terlebih dahulu apa maksud dan imbasnya bagi masyarakat luas. Banyak sekali pernyataan atau postingan di media sosial yang masuk ke dalam kategori penistaan. Yang masih baru adalah puisi dari ibu Sukmawati.
Dalam agama Islam, sangat disarankan untuk diam. Diam itu lebih baik daripada salah bicara.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 6474) dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”
Yang dimaksud dengan “sesuatu yang ada di antara dua janggutnya” adalah mulut, sedangkan “sesuatu yang ada di antara dua kakinya” adalah kemaluan.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
Apalagi bila kita masih minim dalam suatu ilmu, jangan bicara tanpa kita mengetahui dasar atau hukumnya terlebih dahulu. Bila memang berbeda pendapat, lebih baik diam. Jangan sampai malah nanti menimbulkan masalah. 
Wallahu a'lam bisshowab.

0 komentar:

Posting Komentar