Rabu, 04 April 2018

Menghadapi Bullying di Sekolah

Bogor - Bullying sedang menjadi perhatian pemerintah sekarang ini. Baru-baru ini bintang sepakbola terkenal David Beckham datang berkunjung ke Indonesia sebagai perwakilan dari UNICEF. Kedatangan David Beckham secara diam-diam ini untuk menyuarakan Anti-Bullying.

David Beckham foto bersama Sripun dan siswi-siswi SMPN 7 Semarang

Mantan bintang Machester United yang pernah membawa MU mendapatkan Treble Winner itu mengunggah foto bersama Sripun, siswa SMPN 7 Semarang. 

"Remaja. Inspirasi. Pembuat perubahan. Saya sangat bahagia Anda semua memiliki kesempatan bertemu Sripun, 15 tahun. Bersama saya untuk melihat pekerjaan luar biasa yang ia lakukan untuk mengatasi kekerasan di sekolahnya,"

"Dia menghadapi gangguan di sekolah dan merasa dikucilkan oleh teman-temannya. Namun Sripun tetap fokus mendukung orang lain dalam melalui masa-masa sulit," lewat unggahan yang ia tulis pada Rabu (28/3/2018).

"Dia (Sripun) dinominasikan oleh rekan-rekannya untuk menjadi agen perubahan dan sekarang mengilhami orang lain untuk menghentikan bullying sehingga siswa dapat merasa aman untuk belajar," papar Beckham yang menyertai tagar #Endviolence dalam keterangan fotonya.

Bullying di sekolah memang masih sering terjadi. Biasanya terjadi karena kurangnya rasa toleransi, simpati dan empati seseorang akan orang lain. Karena mereka belum faham bahwa setiap orang tidak terlahir sama. Atau bisa jadi mereka pernah mendapatkan kekerasan di rumah.

Berikut ini adalah beberapa sebab bullying bisa terjadi di sekolah:
1. Kurang perhatian dari orang sekitar
2. Pernah jadi korban kekerasan
3. Sering berkelahi
4. Menirukan kekerasan di film atau game
5. Ingin berkuasa
6. Pola asuh dalam keluarga
7. Faktor pubertas dan krisis identitas

Memang cara yang tepat menangani bullying adalah melalui pendidikan secara keseluruhan. Orang tua, lingkungan dan guru bahkan pemerintah ikut bertanggung jawab akan hal ini. Bullying biasa terjadi di sekolah dimulai sejak mereka berumur kurang lebih 10 tahun. Namun seharusnya hal ini bisa diredam jika guru dan orang tua waspada. Bila ada laporan tentang si anak, maka harus langsung ditanggapi. Dan yang paling penting adalah diberikan ilmu agama yang disertai dengan tarbiyah-nya. 

Yang paling sulit adalah ketika anak sudah lepas dari Sekolah Dasar. Karena cenderung sekolah diajar oleh guru yang berbeda-beda dan sangat sedikit sekali waktu untuk BK dan wali kelas untuk memberikan pendidikan tersebut. Peran guru agama juga sangat penting di masa ini. Di SMP, SMA atau SMK guru cenderung hanya mengajar dan tidak ikut mendidik. Banyak guru yang masa bodoh dengan kondisi anak, karena itu bukan tugasnya. Meskipun banyak juga guru yang sangat peduli dan dekat dengan anak, tetapi persentasenya lebih kecil.

Intinya adalah peran guru di sekolah sangat penting. Seorang guru harus menjadi sosok yang dicintai siswa-siswanya, dirindukan dan menjadi bapak sekaligus teman curhat bagi anak. Agar tidak ada lagi anak yang merasa di rumah tidak diperhatikan, di sekolah juga tak ada yang perduli. Jangan bosan-bosan guru memberikan arahan dan wejangan. Lalu dibantu peran orang tua serta lingkungan. 

Semoga bermanfaat!

0 komentar:

Posting Komentar