Selasa, 03 September 2019

Alokasi Dana Pendidikan di 2020 Naik Menjadi Rp. 505,8 Triliun

Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp. 505, 8 Triliun pada APBDN 2020. Dimana angka tersebut meningkat 29,6 % dibandingkan dengan anggaran 2015 sebesar Rp. 390,3 Triliun.

Presiden Joko Widodo menyampaikan, hal tersebut sesuai dengan amanah konstitusi dimana pemerintah harus mengalokasikan anggaran pendidikan 20 % dari belanja negara pada pidato Nota Keuangan 2020 di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jum'at (16/08/2019).

Presiden Joko Widodo menyatakan "Kemampuan dasar anak-anak Indonesia terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar. Terutama untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika dan sains. Sehingga menjadi pijakan bagi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anak di jenjang pendidian yang lebih tinggi". 

"Di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah juga mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan." ujar Jokowi.

Pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta Program Indonesia Pintar (PIP). Pemerintah menargetkan pada tahun 2020 untuk memperluas sasaran beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga 818.000 mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Pemerintah akan menginisiasi program kartu pra-kerja untuk meningkatkan akses keterampilan bagi anak-anak muda, para pencari kerja, dan mereka yang mau berganti pekerjaan. Nantinya mereka akan dapat memilih jenis kursus yang diinginkan, antara lain coding, data analytics, desain grafis, akuntansi, bahasa asing, barista, agrobisnis, hingga operator alat berat.

Disadur dari berbagai sumber.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar